PONTIANAK POST - Minyak kelapa sudah lama dikenal sebagai bahan alami serbaguna. Mulai dari dapur hingga perawatan tubuh, minyak ini kerap jadi pilihan.
Namun, di balik popularitasnya, muncul kekhawatiran soal kandungan lemak jenuhnya yang tinggi.
Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa minyak kelapa tradisional memang dihasilkan melalui proses pemanasan santan.
Dari proses tersebut, minyak yang dihasilkan hampir sepenuhnya terdiri atas lemak, dengan 80–90 persen di antaranya adalah lemak jenuh.
Kondisi inilah yang sering memicu kekhawatiran terkait peningkatan kolesterol.
Baca Juga: Ini Manfaat Minyak Kelapa yang Baik untuk Kesehatan
Meski begitu, manfaat minyak kelapa tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Dalam penggunaan luar, minyak kelapa justru memiliki peran penting, terutama untuk kesehatan rambut dan kulit kepala.
Berdasarkan ulasan kesehatan (2023), minyak kelapa bekerja sebagai pelindung yang mampu menghalangi kontaminasi bakteri dan zat lain yang berpotensi merusak rambut.
Kandungan asam laurat dalam minyak kelapa mencapai sekitar 47 persen. Senyawa ini membantu menutrisi helaian rambut sekaligus menjaga kelembapan.
Minyak kelapa juga mudah diserap oleh rambut dan kulit kepala, sehingga efektif dalam mencegah kerusakan.
Baca Juga: Tips Praktis Mencerahkan Lutut dengan Lemon dan Minyak Kelapa
Karena manfaat tersebut, minyak kelapa sering digunakan sebagai “pre-shampoo conditioner”, yakni dioleskan pada rambut sebelum keramas.
Cara ini membantu menjaga kesehatan rambut sejak sebelum proses pembersihan dilakukan.
Tak hanya itu, asam laurat juga berperan dalam mempercepat proses penyembuhan luka pada kulit. Sifat antibakterinya membantu mencegah infeksi sekaligus menghambat kerusakan lebih lanjut.
Untuk kualitas yang lebih baik, dikenal jenis virgin coconut oil yang diproses tanpa pemanasan suhu tinggi dan tanpa tambahan bahan kimia.
Baca Juga: Pangkas Lemak dengan Kopi Campur Minyak Kelapa Murni
Jenis ini dinilai lebih aman dan bermanfaat, baik untuk perawatan kulit, rambut, maupun kesehatan jantung.
Namun demikian, penggunaan minyak kelapa sebagai minyak goreng tetap perlu dibatasi.
Teknik memasak seperti deep frying tidak dianjurkan agar manfaatnya tetap optimal dan risiko kesehatan dapat diminimalkan. (*)
Editor : Chairunnisya