Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Waspada Penuaan Dini di Usia 20-an, Dokter Ungkap Penyebab dan Cara Mencegahnya

Khoiril Arif Ya'qob • Jumat, 24 April 2026 | 13:44 WIB
Ilustrasi mewaspadai penuaan dini di usia 20an. (FREEPIK)
Ilustrasi mewaspadai penuaan dini di usia 20an. (FREEPIK)

 

PONTIANAK POST - Garis halus dan tanda penuaan kini tak lagi identik dengan usia lanjut. Dokter dan ahli estetika dr. Dewita Kamaruddin mengungkapkan, generasi muda bahkan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan sejak usia 20-an akibat gaya hidup yang kurang terjaga.

Melansir Antara (22/4), Dokter dan ahli estetika, dr. Dewita Kamaruddin BMedSCi (Hons.), mengungkapkan bahwa tanda awal penuaan kini semakin sering muncul pada usia muda, bahkan sejak memasuki usia 20-an. Hal ini dipicu oleh pola hidup yang tidak sehat.

“Tanda-tanda awal aging biasanya dimulai dari garis ekspresi halus, kemudian muncul garis senyum. Ketika tidak rutin berolahraga dan pola makan tidak dijaga, kulit mulai berubah dan garis rahang (jawline) menjadi kurang tegas,” ujar Dewita dilansir dari Antara.

Baca Juga: Ahli Ungkap Efek Blue Light dari Gadget Bisa Merusak Kulit dan Memicu Penuaan Dini, Berikut Penjelasannya!

Menurutnya, garis senyum atau smile line sebenarnya merupakan hal yang wajar dan dimiliki setiap orang sebagai bagian dari ekspresi wajah.

Namun, faktor seperti penuaan alami maupun penurunan berat badan secara drastis dapat membuat garis tersebut tampak lebih dalam dan jelas.

Dewita menambahkan, kebiasaan buruk seperti kurang olahraga, konsumsi makanan tidak sehat, serta penggunaan rokok elektrik atau vape turut mempercepat penurunan kualitas kulit. Dampaknya, kulit menjadi kusam dan kerutan halus muncul lebih cepat.

Baca Juga: Waspada Penuaan Otak, Cegah Pikun Dini dengan Ubah Kebiasaan Sehari-hari!

“Sering kali terlihat ada kulit berlebih di area garis senyum, yang membuat wajah tampak tidak segar,” jelasnya.

Untuk mencegah kondisi tersebut, Dewita menyarankan agar perawatan kulit dimulai sejak usia 20-an.

Konsultasi dengan dokter dinilai penting untuk menentukan langkah perawatan yang tepat, mulai dari mengurangi kerutan hingga memperkuat otot penyangga kulit agar tidak mudah kendur.

Selain itu, perawatan seperti kolagen stimulator dapat membantu memperkuat jaringan di sekitar otot, sementara teknik deep lifting dapat mengencangkan ligamen dan struktur wajah.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran sejak dini dalam merawat kulit, tanpa harus menunggu usia bertambah.

“Bukan berarti di usia 20-an merasa masih muda lalu menunda perawatan sampai 40 tahun. Jika peduli dengan penampilan, apalagi sering bertemu banyak orang, sebaiknya konsultasi sejak awal agar hasilnya tetap natural, bukan berlebihan,” tutupnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#smile line #perawatan kulit #penuaan dini #cara mencegah