PONTIANAK POST - Gangguan saraf sering kali datang tanpa tanda yang jelas. Tidak sedikit orang mengira gejala seperti tangan gemetar, mudah lupa, atau tubuh terasa lemah hanya sebagai efek kelelahan biasa.
Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal awal penyakit serius seperti Parkinson, demensia, stroke, hingga epilepsi. Mengenali tanda-tandanya sejak dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Ahli anestesi dan dokter spesialis nyeri intervensional dr. Kunal Sood mengungkapkan ada beberapa gejala utama yang patut diwaspadai karena bisa menandakan gangguan pada sistem saraf.
Baca Juga: Ingin jadi Dokter Saraf, Terpesona Melihat Cara Merawat Pasien
Tangan Gemetar Saat Istirahat dan Tubuh Mulai Kaku
Salah satu tanda yang sering dikaitkan dengan penyakit Parkinson adalah tremor atau tangan gemetar saat sedang tidak melakukan aktivitas.
"Seringkali penyakit Parkinson. Trias tremor saat istirahat, gerakan lambat, dan kekakuan berasal dari hilangnya dopamin di substansia nigra. Tremor muncul saat istirahat, gaya berjalan menjadi terseok-seok, dan postur membungkuk seiring perkembangannya," ungkap dr. Sood dikutip dari Antara.
Selain tangan gemetar, penderita juga bisa mengalami gerakan yang melambat, tubuh terasa kaku, hingga perubahan cara berjalan.
Tremor Saat Tangan Bergerak Menjangkau Sesuatu
Berbeda dengan Parkinson, tremor yang muncul saat tangan hendak meraih benda biasanya berkaitan dengan gangguan pada sirkuit otak tertentu, khususnya area serebelum.
Kondisi ini dapat memburuk saat seseorang mengalami stres, kelelahan, atau terlalu banyak mengonsumsi kafein. Namun, gejalanya biasanya membaik saat tubuh beristirahat.
Mudah Lupa dan Sering Bingung
Sering lupa tidak selalu berarti demensia, tetapi jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini perlu diwaspadai.
"Demensia sejati melibatkan penurunan kognitif yang cukup parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Tanda-tanda awal meliputi hilangnya ingatan dan gangguan fungsional, bukan hanya mudah lupa. Penyebabnya beragam, mulai dari Alzheimer," jelas dr Sood.
Penurunan daya ingat yang disertai kebingungan terus-menerus bisa menjadi salah satu tanda awal gangguan kognitif serius.
Kelemahan Mendadak pada Satu Sisi Tubuh
Jika seseorang tiba-tiba mengalami kelemahan atau mati rasa pada salah satu sisi wajah atau lengan, disertai bicara pelo atau sulit berbicara, kondisi ini bisa menjadi tanda stroke.
Baca Juga: Satlantas Polres Sekadau Serahkan Kursi Roda untuk Yasina Pejuang Stroke
Gejala seperti ini membutuhkan penanganan medis secepat mungkin karena stroke merupakan kondisi darurat yang dapat mengancam nyawa.
Kejang, Pingsan, atau Tubuh Tersentak
Kejang yang muncul bersama hilangnya kesadaran, tubuh tersentak, atau pingsan dapat mengarah pada epilepsi.
"Kejang muncul akibat aktivitas sel otak sinkron yang abnormal yang menyebabkan hilangnya kesadaran atau kejang," katanya. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, terutama jika terjadi berulang.
Jangan Abaikan Sinyal dari Tubuh
Gejala gangguan saraf sering kali terlihat sederhana, tetapi bisa menjadi pertanda masalah serius. Mengenali perubahan pada tubuh sejak awal dapat membantu diagnosis lebih cepat dan meningkatkan peluang penanganan yang lebih baik.
Jika keluhan muncul berulang atau semakin memburuk, segera lakukan pemeriksaan ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (*)
Editor : Miftahul Khair