PONTIANAK POST - Kekhawatiran soal mata minus yang terus bertambah kerap dirasakan banyak orang tua, terutama ketika anak mulai aktif belajar dan akrab dengan gawai sejak dini.
Menurut dr Sauli Ari Widjaja SpM(K) PhD, dokter spesialis mata RSUD dr Soetomo, kondisi mata minus yang sudah terbentuk umumnya tidak dapat kembali normal.
Namun, bukan berarti tidak bisa dikendalikan. Ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk memperlambat progresivitasnya.
Salah satu cara yang cukup sederhana adalah meningkatkan aktivitas di luar ruangan. Paparan sinar matahari alami dinilai mampu membantu menghambat pertambahan minus sekaligus mengatur pertumbuhan bola mata agar tidak memanjang berlebihan.
Selain itu, kebiasaan visual jarak dekat juga perlu diperhatikan. Aktivitas seperti menatap layar gadget atau membaca dalam waktu lama tanpa jeda sebaiknya dibatasi.
Baca Juga: Mata Tiba-Tiba Melihat Kilatan dan Benda Mengambang? Waspadai Robekan Retina!
Menjaga jarak baca ideal sekitar 30–40 cm juga menjadi hal penting dalam menjaga kesehatan mata.
Untuk mengurangi kelelahan mata, dr Sauli menekankan pentingnya menerapkan aturan sederhana.
’’Terapkan aturan ’’20-20-20’’. Yakni, setiap 20 menit melihat dekat, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter),’’ beber Sauli, dikutip dari Jawapos.
Langkah lain yang tak kalah penting adalah melakukan pemeriksaan mata secara rutin. Selain memastikan kondisi penglihatan tetap terpantau, pemeriksaan juga membantu mendeteksi perubahan sejak dini.
Baca Juga: Jangan Tunggu Gejala Muncul, Periksa Retina Demi Cegah Kebutaan Permanen
’’Penting untuk memantau perubahan resep kacamata dan kesehatan mata secara keseluruhan,’’ lanjutnya.
Dengan kebiasaan yang tepat dan disiplin menjaga kesehatan mata, pertambahan minus dapat dikendalikan sehingga risiko gangguan penglihatan yang lebih serius bisa diminimalkan. (*)
Editor : Chairunnisya