Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Manfaat Dupa Tak Hanya Ritual, Bisa Bantu Kesehatan Tubuh

Chairunnisya • Jumat, 24 April 2026 | 17:48 WIB
Ilustrasi dupa (A)
Ilustrasi dupa (A)

PONTIANAK POST - Aroma dupa kerap identik dengan suasana tenang dan khusyuk dalam berbagai ritual tradisional. Namun, di balik asapnya, terdapat manfaat yang berkaitan dengan kesehatan tubuh.

Penggunaan dupa dalam berbagai ritual tradisional ternyata tidak hanya berkaitan dengan budaya, tetapi juga berhubungan dengan keseimbangan fungsi saraf otak.

Menurut Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, keseimbangan tersebut penting untuk membantu mengendalikan stres, ketegangan, dan kecemasan yang dapat memengaruhi fungsi organ tubuh, termasuk jantung, saluran pernapasan, dan saluran cerna.

Bahan baku dupa sendiri cukup beragam, mulai dari resin, kayu, hingga minyak atsiri. Beberapa di antaranya adalah benzoin, kayu cendana, dan agarwood. Kualitas bahan serta cara penggunaannya sangat menentukan efek yang dihasilkan bagi kesehatan.

Baca Juga: Pembuat Dupa Kebanjiran Orderan

Bahan Rezin Benzoin

Di Indonesia, penggunaan dupa memiliki akar budaya yang kuat, terutama di Jawa dan Bali. Di Jawa, dupa dikenal sebagai kemenyan, sementara di Bali lebih umum disebut dupa. Kemenyan sebenarnya merujuk pada bahan utama pembuat dupa, yaitu resin benzoin.

Resin benzoin diperoleh dari kulit batang pohon Styrax benzoin. Cairan yang keluar saat batang dilukai akan mengeras menjadi bongkahan berwarna kuning, putih, atau abu-abu.

Karena banyak tumbuh di Sumatera, tanaman ini juga dikenal dengan nama Styrax sumatrana, dengan produk yang disebut benzoin Sumatra.

Dalam praktik tradisional, masyarakat Batak menggunakan benzoin sebagai dupa dalam upacara adat sekaligus bahan parfum. Selain itu, larutan benzoin juga dimanfaatkan sebagai pembersih luka ringan. Penggunaan lainnya yang cukup dikenal adalah sebagai bahan dalam pembuatan rokok kretek.

Baca Juga: Order Dupa Naik Jelang Imlek

Mengatasi Batuk Berdahak, Asma, dan Bronkitis

Secara kesehatan, benzoin juga dimanfaatkan untuk membantu mengatasi batuk berdahak, asma, dan bronkitis.

Penelitian di Saudi Arabia pada 2020 menunjukkan bahwa asap benzoin yang digunakan untuk fumigasi ruangan mampu menurunkan jumlah bakteri dan jamur, termasuk yang menyebabkan infeksi pneumonia.

Temuan ini menjadi salah satu pertimbangan penggunaan bahan alami sebagai pembersih ruangan.

Aroma khas benzoin berasal dari berbagai senyawa, seperti benzaldehyde, vanillin, phenylpropyl cinnamate, styrol, dan styracin.

Baca Juga: Cara Benar Menjernihkan Minyak Goreng agar Tidak Picu Batuk dan Tenggorokan Gatal

Baik untuk Kesehatan Kulit dan Anti Radang

Selain itu, ulasan peneliti India pada 2022 menunjukkan potensi manfaat benzoin untuk kesehatan kulit, berkat sifat antimikroba, antiseptik, antiradang, dan astringen.

Manfaat tersebut meliputi mempercepat penyembuhan luka, membantu mengatasi eksim, psoriasis, serta rasa gatal pada kulit.

 Dalam produk kosmetik, benzoin juga berperan membentuk lapisan tipis yang menjaga kelembapan kulit, meningkatkan elastisitas, serta mempertahankan kelembutan dan kelenturan kulit.

Tak hanya itu, dalam perawatan kulit kepala, benzoin juga digunakan untuk membantu mengatasi ketombe serta membuat rambut tampak lebih berkilau.

Dengan berbagai manfaat tersebut, penggunaan dupa berbahan alami tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga potensi kesehatan, selama digunakan secara tepat dan dengan bahan yang berkualitas. (*)

Editor : Chairunnisya
#gaharu #bahan alami #dupa #Herbal