PONTIANAK POST - Standar kecantikan ternyata tidak lagi sekadar soal tampilan luar.
Kini, para ahli justru menilai “cantik” dari sesuatu yang tidak terlihat: struktur dalam kulit hingga proporsi wajah yang dihitung secara ilmiah.
Apa yang Terjadi?
Dokter dan ahli estetika dari Miracle Ultimate Clinic, dr. Dewita Kamaruddin, mengungkapkan bahwa industri kecantikan kini bergerak ke arah pendekatan berbasis sains.
Dalam konferensi Facial Harmony 2.0 di Jakarta, ia menegaskan bahwa memahami anatomi kulit hingga lapisan terdalam menjadi kunci dalam membentuk wajah ideal.
Kenapa Ini Penting?
Menurut Dewita, kulit bukan hanya lapisan luar. Di bawahnya terdapat struktur otot, lemak, hingga tulang yang berperan besar dalam membentuk kontur wajah.
Jika fondasi ini kuat, wajah akan terlihat:
-
lebih simetris
-
lebih proporsional
-
lebih natural.
Inilah yang disebut sebagai konsep “golden ratio” dalam estetika modern.
Standar Baru Kecantikan
Konsep golden ratio kini menjadi acuan baru, baik untuk perempuan maupun laki-laki.
Penilaian tidak lagi hanya dari depan, tetapi juga:
-
jarak antar mata
-
bentuk hidung
-
proporsi bibir
-
garis rahang (jawline)
-
hingga tampilan dari samping (3D view)
“Cantik itu bukan hanya tampak depan, tapi dinamis dan tiga dimensi,” jelas Dewita.
Dampaknya bagi Banyak Orang
Perubahan ini menandai pergeseran besar dalam tren kecantikan global:
Dulu:
-
fokus pada make-up dan tampilan luar
Sekarang:
-
fokus pada kualitas kulit dan struktur wajah jangka panjang
Artinya, kecantikan kini lebih dekat ke kesehatan kulit, bukan sekadar visual instan.
Solusi yang Ditawarkan
Pendekatan “facial harmony” bisa dilakukan melalui berbagai treatment, seperti:
-
mempertegas jawline
-
mengurangi double chin
-
memperbaiki kontur wajah
Perawatan ini bahkan bisa dimulai sejak usia muda, karena proses penuaan memengaruhi:
-
tulang
-
lemak
-
otot
-
dan elastisitas kulit
Di tengah tren yang terus berubah, satu hal menjadi jelas: standar cantik kini bukan lagi soal persepsi semata, tetapi hasil perhitungan yang presisi.
Pertanyaannya, apakah wajah “ideal” benar-benar soal angka—atau tetap kembali ke kepercayaan diri masing-masing? (ant)
Tabel Standar Kecantikan Berbasis Sains
| Aspek | Penjelasan | Dampak ke Penampilan |
|---|---|---|
| Pendekatan Ilmiah | Analisis anatomi kulit hingga lapisan terdalam | Hasil lebih presisi dan natural |
| Struktur Kulit | Terdiri dari kulit, lemak, otot, hingga tulang | Menentukan bentuk dasar wajah |
| Fondasi Wajah | Kekuatan struktur bawah kulit | Wajah lebih kencang dan proporsional |
| Golden Ratio | Konsep keseimbangan proporsi wajah | Wajah terlihat simetris dan ideal |
| Penilaian 3D | Dilihat dari depan dan samping (dinamis) | Tampilan lebih harmonis dari berbagai sudut |
| Jawline (Garis Rahang) | Penentu kontur wajah bagian bawah | Membuat wajah lebih tegas dan menarik |
| Double Chin | Lemak atau kulit kendur di bawah dagu | Mengganggu proporsi wajah |
| Tren Global | Beralih dari makeup ke kualitas kulit | Fokus pada kecantikan jangka panjang |
| Usia Perawatan | Bisa dimulai sejak muda hingga tua | Mencegah penuaan dini |
| Faktor Penuaan | Perubahan tulang, lemak, otot, kulit | Wajah kehilangan struktur dan elastisitas |
Perbandingan Tren Kecantikan
| Dulu | Sekarang |
|---|---|
| Fokus makeup | Fokus struktur kulit |
| Cantik = visual | Cantik = proporsi + kesehatan |
| 2D (tampak depan) | 3D (semua sudut) |
| Instan | Jangka panjang |
| Tren kosmetik | Tren medis-estetika |
Inti Temuan
| Poin Kunci | Makna |
|---|---|
| Cantik tidak lagi subjektif sepenuhnya | Mulai diukur secara ilmiah |
| Struktur lebih penting dari permukaan | Makeup bukan faktor utama lagi |
| Simetri wajah jadi standar | Golden ratio jadi acuan global |
Editor : Aristono Edi Kiswantoro