Bahkan saat berada di toilet, banyak orang tetap asyik menggulir media sosial hingga lupa waktu.
Akibatnya, aktivitas buang air besar (BAB) yang seharusnya hanya berlangsung beberapa menit menjadi lebih lama.
Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa berdampak serius pada kesehatan saluran cerna, terutama memicu ambeien.
Baca Juga: Waspada! Bahaya Wasir yang Sering Dianggap Remeh, SImak Cara Mengatasinya dengan Tepat
Dokter spesialis bedah digestif National Hospital dr Iwan Kristian SpB KBD menjelaskan bahwa proses BAB melibatkan banyak sistem dalam tubuh, tidak hanya sekadar aktivitas fisik.
"BAB itu proses yang kompleks. Saat feses sudah penuh, usus mengirim sinyal ke otak. Kalau otaknya tidak fokus, misalnya karena main HP, maka perintah untuk mengejan tidak optimal," jelas dr Iwan, dikutip dari Jawapos.
Ia menegaskan, proses BAB membutuhkan koordinasi antara otak, otot perut, usus besar, hingga otot panggul. Ketika fokus terganggu, tubuh akan kesulitan mengeluarkan feses.
Akibatnya, seseorang cenderung mengejan lebih kuat dan lebih lama.
Baca Juga: Wasir Sembuh Tanpa Ribet: Coba Cara Alami Ini
"Lama-lama jaringan di area dubur bisa kendor. Terutama jaringan hemoroid atau ambeien. Ini sebabnya duduk terlalu lama saat BAB sangat berisiko memicu atau memperparah ambeien," ungkapnya.
Selain durasi, posisi saat BAB juga memengaruhi proses pengeluaran feses. Posisi jongkok dinilai memberikan tekanan yang lebih ideal dibandingkan duduk.
Saat duduk, area dubur cenderung menggantung tanpa penopang.
"Bayangkan duduk lama dalam posisi menggantung dan sambil mengejan kuat. Jaringan ambeien bisa turun atau melorot," ujarnya.
Baca Juga: Kurang Serat Disebut Tingkatkan Risiko Gangguan Pencernaan hingga Usus Buntu
Tak hanya meningkatkan risiko ambeien, kebiasaan duduk terlalu lama di toilet juga dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit.
Feses yang terlalu lama tertahan bisa menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Kondisi ini bahkan dapat menimbulkan luka pada anus.
"Kondisi ini disebut fisura ani, yakni robekan pada jaringan mukosa anus karena feses yang keras," imbuhnya.
Karena itu, durasi ideal untuk BAB sebaiknya tidak terlalu lama. Proses ini umumnya cukup berlangsung selama 5 hingga 10 menit.
Baca Juga: Cara Alami Menjaga Pencernaan Tetap Sehat dengan Ramuan Herbal Indonesia dan Gaya Hidup Sehat
Jika melebihi waktu tersebut, ada kemungkinan terjadi gangguan pada pola hidup atau koordinasi tubuh.
"Kalau sudah lebih dari itu berarti ada yang salah. Bisa dari gaya hidup atau proses koordinasi tubuhnya yang terganggu," jelasnya.
Mengurangi penggunaan ponsel saat di toilet menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan saluran cerna dan mencegah berbagai gangguan yang tidak diinginkan. (*)
Editor : Chairunnisya