Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Deteksi Dini Jadi Kunci: Kenali Gejala Stroke, Jangan Tunggu Sampai Terlambat

Miftahul Khair • Sabtu, 25 April 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi merawat keluarga yang terkena stroke. Penting untuk mengetahui gejalanya agar bisa mencegah sejak dini. (FREEPIK)
Ilustrasi merawat keluarga yang terkena stroke. Penting untuk mengetahui gejalanya agar bisa mencegah sejak dini. (FREEPIK)

 

PONTINAK POST - Stroke masih menjadi salah satu penyakit yang sering datang tanpa banyak peringatan. Banyak orang baru menyadari kondisinya ketika gejala sudah muncul cukup berat, padahal penanganan cepat sangat menentukan peluang pemulihan pasien.

Karena itu, deteksi dini disebut sebagai langkah paling penting untuk mencegah dampak stroke menjadi lebih parah. Pemeriksaan kesehatan rutin juga perlu dilakukan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat stroke dalam keluarga.

"Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin, apalagi bila ada riwayat stroke di keluarga," kata staf pengajar Departemen Neurologi Fakultan Kedokteran Universitas Indonesia dr. Dyah Tunjungsari, Sp.N (K) dikutip dari Antara.

Baca Juga: Jangan Tunggu Lumpuh! Ingat 3T, Penanganan Pertama Saat Serangan Stroke Menurut Dokter

Menurut Dyah, saat gejala stroke mulai muncul, pasien harus segera mendapatkan pertolongan medis. Penanganan yang lebih cepat akan sangat membantu proses pemulihan dan mengurangi risiko kerusakan permanen pada otak.

Beberapa tanda stroke yang wajib diwaspadai antara lain senyum yang tidak simetris atau wajah tampak mencong, tiba-tiba tersedak, hingga sulit menelan air minum secara mendadak.

Selain itu, gejala lain bisa berupa melemahnya gerakan pada separuh anggota tubuh, mendadak sulit berbicara, tidak memahami ucapan lawan bicara, atau pembicaraan menjadi tidak nyambung.

Baca Juga: Ambeien Bisa Sembuh Tanpa Operasi Jika Gaya Hidup Diperbaiki

Masyarakat juga perlu waspada jika tiba-tiba mengalami kebas atau kesemutan pada separuh tubuh, penglihatan mendadak kabur pada salah satu mata, hingga rabun yang muncul tanpa sebab jelas.

Tanda lainnya yang tidak boleh diabaikan adalah pingsan, sakit kepala hebat yang datang tiba-tiba dan belum pernah dirasakan sebelumnya. Gangguan keseimbangan tubuh seperti tremor, gemetar, atau berjalan sempoyongan juga bisa menjadi sinyal stroke.

Jika gejala-gejala tersebut muncul, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan secepat mungkin.

"Sebab 1,9 juta sel saraf di otak mengalami kerusakan tiap menit pada saat terjadi stroke," jelas Ketua Pokdi Gangguan Gerak Cabang Jakarta Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Seluruh Indonesia Jakarta Raya (PERDOSSI Jaya) ini.

Dyah menjelaskan, kasus stroke pada usia muda kini juga terus meningkat, terutama pada kelompok usia di bawah 45 tahun. Kondisi ini diduga berkaitan dengan makin tingginya faktor risiko vaskular seperti hipertensi, kolesterol tinggi, serta kadar gula darah yang meningkat pada populasi muda dibanding beberapa dekade sebelumnya.

"Diduga ini berpengaruh kenapa pasien stroke usia muda meningkat," jelas dokter spesialis saraf konsultan neurodegeneratif di RS Pondok Indah itu.

Baca Juga: Pentingnya Toilet Training Sejak Dini untuk Cegah Gangguan BAB Saat Dewasa

Di Indonesia sendiri, sekitar 500.000 penduduk mengalami stroke setiap tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,5 persen meninggal dunia, sementara sisanya harus menghadapi berbagai tingkat kecacatan.

Meski demikian, pemulihan pasien stroke tetap memungkinkan berlangsung dalam jangka panjang. Dyah mengingatkan bahwa perbaikan fungsi tubuh dapat terus terjadi seumur hidup, meski banyak pasien mengalami fase plateau setelah tiga bulan pertama, ketika perbaikan gejala terasa melambat.

Pemulihan juga bisa dibantu melalui terapi seperti Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), yaitu metode stimulasi sel saraf otak yang diharapkan dapat mengurangi kecacatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Baca Juga: Dokter Ungkap Bahaya Main HP Saat BAB Bisa Picu Ambeien dan Gangguan Cerna

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan menjaga pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, tidur cukup, serta mengelola stres agar faktor risiko stroke yang masih bisa dimodifikasi dapat ditekan. (*)

Editor : Miftahul Khair
#gejala stroke #penanganan pasien stroke #deteksi dini