Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi Ciputra Hospital Surabaya, dr Nanda Aulya Ramadhan SpKFR, menjelaskan bahwa pencegahan dapat dimulai dari hal-hal mendasar, seperti memperhatikan postur saat bekerja dan tidur.
Duduk dengan posisi punggung tegak, bahu rileks, serta layar sejajar dengan mata menjadi langkah awal yang penting. Selain itu, kebiasaan bekerja tanpa jeda juga perlu dihindari.
’’Gunakan 2–3 menit untuk menggerakkan leher dan bahu secara aktif. Gerakan leher kiri-kanan, atas-bawah, atau memutar perlahan sangat bermanfaat untuk mencegah kekakuan,’’ sarannya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Bukan Sekadar Salah Tidur, Nyeri Leher Menjalar Bisa Berujung Kelumpuhan!
Ia juga mengingatkan pentingnya memilih bantal yang tepat saat tidur. Bantal sebaiknya mampu menopang leher dengan baik, namun tidak terlalu tinggi atau keras agar posisi tetap nyaman.
Jika gejala ringan mulai terasa, seperti nyeri pada leher, langkah sederhana bisa segera dilakukan untuk mencegah kondisi memburuk. Istirahat yang cukup, kompres hangat, serta mulai memperbaiki postur menjadi kunci utama.
’’Menjaga postur itu investasi jangka panjang. Jangan tunggu sampai terlambat,’’ lanjutnya.
Baca Juga: Bangun Tidur Sakit Leher? Bisa Jadi Ini Gejala Penyakit Berbahaya
Dengan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, risiko cervical syndrome dapat ditekan, sekaligus menjaga kenyamanan dan kesehatan tubuh dalam jangka panjang. (*)