PONTIANAK POST - Tren olahraga yang semakin populer di kalangan masyarakat kerap diikuti tanpa persiapan matang.
Dalam perbincangan di kanal YouTube Bank Rakyat Indonesia, dr Tirta mengingatkan pentingnya memulai olahraga secara bertahap, menjaga konsistensi, dan tidak mengabaikan pola makan sebagai kunci hidup sehat.
Jangan Asal Mulai, Olahraga Harus Bertahap
Dalam obrolan santai tersebut, dr Tirta menyoroti kebiasaan banyak orang yang langsung berolahraga berat tanpa adaptasi tubuh terlebih dahulu.
Menurutnya, hal ini justru berisiko menimbulkan keluhan seperti sesak napas hingga cedera.
“Kalau latihan tuh start from slow aja, belum pernah olahraga sebelumnya jangan langsung buru-buru,” jelasnya.
Ia menyarankan agar pemula memulai dari intensitas ringan, lalu meningkat secara bertahap seiring kemampuan tubuh.
Baca Juga: Dokter Ingatkan Olahraga Tidak Bisa Menghapus Dampak Pola Makan Buruk
Konsistensi 150 Menit per Minggu
Lebih lanjut, dr Tirta menekankan pentingnya konsistensi dibanding ambisi berlebihan di awal. Ia menyebut standar minimal aktivitas fisik yang dianjurkan.
“Yang penting 150 menit per minggu, olahraga kombinasi antara kardio dan strength training,” paparnya.
Setelah tubuh terbiasa, durasi tersebut bisa ditingkatkan secara bertahap hingga 250–300 menit per minggu untuk hasil yang lebih optimal.
Bukan Cuma Olahraga, Pola Makan Lebih Dominan
Menariknya, dr Tirta menegaskan bahwa olahraga bukan satu-satunya faktor penentu kesehatan. Ia bahkan menyebut porsi terbesar justru berasal dari pola makan.
“Yang paling penting tuh sebenarnya bukan olahraga, tapi 80 persen dari hidup sehat itu dari apa yang kamu makan,” ungkapnya.
Artinya, olahraga tanpa diimbangi asupan nutrisi yang baik tidak akan memberikan hasil maksimal.
Baca Juga: Dokter Anak Pontianak Ingatkan Risiko Obesitas Akibat Pola Makan dan Minim Aktivitas Fisik
FOMO Olahraga? Boleh, Asal Tahu Batas
Fenomena ikut-ikutan tren olahraga atau fear of missing out (FOMO) juga disinggung. Menurut dr Tirta, hal itu tidak sepenuhnya buruk selama dilakukan dengan kesadaran diri.
“FOMO olahraga tuh enggak masalah, yang penting nanti tahu kapasitas dirinya,” sebutnya.
Ia mengingatkan agar olahraga tidak berubah menjadi ajang kompetisi berlebihan yang justru berdampak negatif.
Baca Juga: 10 Olahraga Sederhana di Kamar Kos, Cuma 10 Menit Ampuh Bakar Kalori Tanpa Perlu ke Gym
Lawan Terberat Adalah Diri Sendiri
Dalam pesannya, dr Tirta menekankan bahwa tujuan utama olahraga bukan untuk mengalahkan orang lain, melainkan menjaga kesehatan diri.
“Lawan kita di olahraga itu adalah diri kita,” jelasnya.
Pendekatan ini dinilai penting agar seseorang tetap menikmati proses dan tidak mudah menyerah.
Mulai dari Kebiasaan Sederhana
Sebagai langkah awal, dokter penggemar Liverpool itu mencontohkan aktivitas ringan yang bisa dilakukan siapa saja, seperti berjalan kaki.
“Jalan tiap hari 30 menit sampai sejam itu benar, yang penting konsistensi dulu,” katanya.
Dari kebiasaan sederhana itulah, intensitas olahraga bisa ditingkatkan secara bertahap.
Di tengah maraknya tren olahraga, pesan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan bukan soal seberapa cepat memulai, tetapi seberapa konsisten menjalaninya. (*)
Editor : Miftahul Khair