Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dr Tirta Ungkap 80 Persen Hidup Sehat Bukan dari Olahraga, Tapi dari Makanan

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 27 April 2026 | 14:25 WIB
Olahraga bukan satu-satunya faktor penentu kesehatan, porsi terbesar justru berasal dari pola makan. (FREEPIK)
Olahraga bukan satu-satunya faktor penentu kesehatan, porsi terbesar justru berasal dari pola makan. (FREEPIK)

 

PONTIANAK POST - Tren olahraga yang semakin populer di kalangan masyarakat kerap diikuti tanpa persiapan matang.

Dalam perbincangan di kanal YouTube Bank Rakyat Indonesia, dr Tirta mengingatkan pentingnya memulai olahraga secara bertahap, menjaga konsistensi, dan tidak mengabaikan pola makan sebagai kunci hidup sehat.

Jangan Asal Mulai, Olahraga Harus Bertahap

Dalam obrolan santai tersebut, dr Tirta menyoroti kebiasaan banyak orang yang langsung berolahraga berat tanpa adaptasi tubuh terlebih dahulu.

Baca Juga: Hari Kekayaan Intelektual Sedunia di Kalimantan Barat: HAKI Jadi Benteng Karya, Olahraga Kini Ikut Dilindungi

Menurutnya, hal ini justru berisiko menimbulkan keluhan seperti sesak napas hingga cedera.

“Kalau latihan tuh start from slow aja, belum pernah olahraga sebelumnya jangan langsung buru-buru,” jelasnya.

Ia menyarankan agar pemula memulai dari intensitas ringan, lalu meningkat secara bertahap seiring kemampuan tubuh.

Baca Juga: Dokter Ingatkan Olahraga Tidak Bisa Menghapus Dampak Pola Makan Buruk

Konsistensi 150 Menit per Minggu

Lebih lanjut, dr Tirta menekankan pentingnya konsistensi dibanding ambisi berlebihan di awal. Ia menyebut standar minimal aktivitas fisik yang dianjurkan.

“Yang penting 150 menit per minggu, olahraga kombinasi antara kardio dan strength training,” paparnya.

Setelah tubuh terbiasa, durasi tersebut bisa ditingkatkan secara bertahap hingga 250–300 menit per minggu untuk hasil yang lebih optimal.

Bukan Cuma Olahraga, Pola Makan Lebih Dominan

Menariknya, dr Tirta menegaskan bahwa olahraga bukan satu-satunya faktor penentu kesehatan. Ia bahkan menyebut porsi terbesar justru berasal dari pola makan.

“Yang paling penting tuh sebenarnya bukan olahraga, tapi 80 persen dari hidup sehat itu dari apa yang kamu makan,” ungkapnya.

Artinya, olahraga tanpa diimbangi asupan nutrisi yang baik tidak akan memberikan hasil maksimal.

Baca Juga: Dokter Anak Pontianak Ingatkan Risiko Obesitas Akibat Pola Makan dan Minim Aktivitas Fisik

FOMO Olahraga? Boleh, Asal Tahu Batas

Fenomena ikut-ikutan tren olahraga atau fear of missing out (FOMO) juga disinggung. Menurut dr Tirta, hal itu tidak sepenuhnya buruk selama dilakukan dengan kesadaran diri.

“FOMO olahraga tuh enggak masalah, yang penting nanti tahu kapasitas dirinya,” sebutnya.

Ia mengingatkan agar olahraga tidak berubah menjadi ajang kompetisi berlebihan yang justru berdampak negatif.

Baca Juga: 10 Olahraga Sederhana di Kamar Kos, Cuma 10 Menit Ampuh Bakar Kalori Tanpa Perlu ke Gym

Lawan Terberat Adalah Diri Sendiri

Dalam pesannya, dr Tirta menekankan bahwa tujuan utama olahraga bukan untuk mengalahkan orang lain, melainkan menjaga kesehatan diri.

“Lawan kita di olahraga itu adalah diri kita,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai penting agar seseorang tetap menikmati proses dan tidak mudah menyerah.

Mulai dari Kebiasaan Sederhana

Sebagai langkah awal, dokter penggemar Liverpool itu mencontohkan aktivitas ringan yang bisa dilakukan siapa saja, seperti berjalan kaki.

“Jalan tiap hari 30 menit sampai sejam itu benar, yang penting konsistensi dulu,” katanya.

Dari kebiasaan sederhana itulah, intensitas olahraga bisa ditingkatkan secara bertahap.

Di tengah maraknya tren olahraga, pesan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan bukan soal seberapa cepat memulai, tetapi seberapa konsisten menjalaninya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#pola makan #dr Tirta #olahraga #hidup sehat