PONTIANAK POST - Banyak orang tua masih menganggap imunisasi hanya sebagai rutinitas bulanan yang bisa ditunda kapan saja.
Padahal, ada beberapa vaksin yang waktunya sangat penting untuk tidak dilewatkan, salah satunya vaksin polio.
Penyakit polio bukan sekadar infeksi biasa. Jika tidak dicegah sejak awal, dampaknya bisa serius terhadap tumbuh kembang anak.
Karena itu, dokter spesialis anak mengingatkan agar orang tua tidak menunda pemberian vaksin polio demi perlindungan optimal bagi si kecil.
Baca Juga: Kemenkes Pastikan Vaksin Influenza Masih Efektif Hadapi Varian Flu H3N2
Vaksin Polio Penting untuk Meningkatkan Antibodi
Dokter spesialis anak dr. Natasya Ayu Andamari SpA menegaskan bahwa vaksinasi polio berperan besar dalam meningkatkan antibodi anak terhadap virus polio.
"Vaksin polio diberikan untuk meningkatkan antibodi," kata Natasya dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan, vaksin polio tetes dan suntik memiliki fungsi perlindungan yang berbeda namun saling melengkapi.
Vaksin tetes bekerja membentuk antibodi di usus, sedangkan vaksin suntik membantu perlindungan untuk seluruh tubuh.
"Jadi perlindungan tidak hanya yang ada di tubuh," katanya.
Jika Tidak Divaksin, Risiko Penyebaran Tetap Ada
Menurut Natasya, ketika orang tua melewatkan vaksinasi polio pada anak, perlindungan terhadap penyakit ini bisa menurun.
Saat perlindungan tubuh melemah, virus polio masih dapat bertahan di feses dan berpotensi menyebar ke tubuh maupun lingkungan sekitar.
Karena itu, perlindungan melalui vaksin sangat penting, baik untuk usus maupun seluruh tubuh.
Baca Juga: Capaian Imunisasi JE di Kalbar Diprediksi Menurun, Dinkes Soroti Maraknya Penolakan Vaksin
Tak hanya memberikan manfaat bagi anak, vaksinasi juga membantu menjaga kesehatan orang-orang di sekitar.
"Namun, lingkungan sekitar juga bisa ikut terjaga," kata Natasya.
Vaksin Bukan Jaminan Bebas Penyakit, Tapi Menekan Risiko
Natasya juga mengingatkan bahwa vaksin tidak berarti seseorang pasti terbebas sepenuhnya dari penyakit tertentu.
Tujuan utama imunisasi adalah menurunkan angka kasus dan memperkecil dampak penyakit jika infeksi tetap terjadi.
"Ketika semuanya sudah terlindung angka kejadiannya akan lebih turun hingga nggak ada sama sekali. Seapes-apesnya anaknya kena polio, yang diharapkan adalah penyembuhannya akan lebih optimal," kata Natasya.
Artinya, vaksin berperan penting dalam mengurangi risiko komplikasi yang lebih berat.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Vaksin Tetes
Sebelum anak menjalani vaksin polio tetes, orang tua disarankan tidak menyusui anak selama satu jam sebelum vaksin diberikan.
"Sebab hal ini bisa menimbulkan risiko muntah," katanya.
Setelah vaksin diberikan, orang tua baru boleh memberikan susu sekitar 30 menit kemudian.
Namun jika anak muntah setelah vaksin tetes, pemberian vaksin tidak perlu diulang.
Baca Juga: Dinkes Kalbar Catat 520 Suspek Campak-Rubella, Vaksinasi Baru 33,6 Persen
Pastikan Anak dalam Kondisi Sehat
Agar hasil vaksinasi lebih optimal, anak sebaiknya tidak sedang mengalami demam, batuk, atau pilek saat imunisasi dilakukan.
Jika anak baru saja mengalami kondisi tersebut, orang tua disarankan menunggu beberapa hari hingga kondisi tubuh anak benar-benar pulih.
"Jika anak baru mengalami hal tersebut, sebaiknya menunggu beberapa hari agar kondisi anak betul-betul dipastikan sehat," kata dokter spesialis anak dari RS Bunda Jakarta tersebut.
Menjaga jadwal vaksinasi bukan hanya soal mengikuti anjuran kesehatan, tetapi juga bentuk perlindungan jangka panjang bagi anak dan lingkungan sekitarnya. (*)
Editor : Miftahul Khair