Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ramai Tren Fibremaxxing, Ahli Gizi Ingatkan Serat Berlebih Bisa Ganggu Pencernaan

Miftahul Khair • Rabu, 29 April 2026 | 16:02 WIB
Ilustrasi makanan tinggi serat menjadi tren. (MAGNIFIC)
Ilustrasi makanan tinggi serat menjadi tren. (MAGNIFIC)

 

PONTIANAK POST - Belakangan, tren makan tinggi serat atau yang populer disebut fibremaxxing ramai dibicarakan di media sosial. Banyak orang mulai berlomba menambah asupan serat harian karena dianggap baik untuk pencernaan, berat badan, hingga kesehatan jantung.

Namun, di balik tren sehat tersebut, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi serat juga perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Jika berlebihan dan dilakukan secara tiba-tiba, justru bisa memicu gangguan pada sistem pencernaan.

Karena itu, peningkatan asupan serat sebaiknya tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing.

Baca Juga: Sering Pegal Setelah Olahraga? Dokter Ungkap Peran Serat dalam Performa Olahraga dan Pemulihan Otot

Serat Memang Penting untuk Kesehatan Tubuh

Melansir dari laman The Guardian, ahli gizi dari King’s College London, Emily Leeming menjelaskan bahwa serat memiliki banyak manfaat penting bagi kesehatan.

“Serat mendukung pencernaan, menurunkan risiko kanker usus dan penyakit jantung, serta membantu mengontrol gula darah,” ujar Leeming.

Serat bisa ditemukan dalam berbagai jenis makanan sehari-hari seperti kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, hingga polong-polongan.

Meski manfaatnya besar, kenyataannya konsumsi serat masyarakat masih tergolong rendah.

Baca Juga: Kurang Serat Disebut Tingkatkan Risiko Gangguan Pencernaan hingga Usus Buntu

Rata-Rata Konsumsi Masih di Bawah Anjuran

Leeming menyebut kebutuhan serat harian orang dewasa idealnya berada di angka sekitar 30 gram per hari.

Namun, rata-rata masyarakat hanya mengonsumsi sekitar 16 gram per hari, atau hampir setengah dari jumlah yang direkomendasikan.

Kondisi ini membuat banyak orang mulai tertarik meningkatkan konsumsi serat melalui pola makan sehari-hari.

Jangan Menambah Serat Secara Mendadak

Meski demikian, Leeming menegaskan bahwa peningkatan asupan serat tidak boleh dilakukan secara instan.

Tubuh, khususnya sistem pencernaan, membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan pola makan.

Baca Juga: Cara Aman Bersihkan Sofa Bludru Tanpa Merusak Seratnya, Bisa Pakai Bahan Dapur Ini

“Serat bersifat kuat dan sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan. Peningkatan terlalu cepat dapat menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman,” katanya.

Jika konsumsi serat langsung meningkat drastis, keluhan seperti perut kembung, begah, hingga rasa tidak nyaman bisa lebih mudah muncul.

Konsumsi Terlalu Tinggi Juga Tidak Disarankan

Selain peningkatan yang terlalu cepat, konsumsi serat dalam jumlah sangat tinggi juga tidak dianjurkan.

Leeming tidak menyarankan asupan lebih dari 50 gram serat per hari karena sulit dipertahankan dalam jangka panjang dan bisa membuat pola makan menjadi terlalu ketat.

Baca Juga: Ingin Tubuh Ideal? Simak Daftar Buah Rendah Kalori dan Tinggi Serat untuk Diet Anda

Menurutnya, manfaat kesehatan sudah bisa diperoleh dari peningkatan dalam jumlah yang lebih moderat.

Tambahan sekitar 7 gram serat per hari saja sudah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker usus.

Bahkan, peningkatan sekitar 5 gram serat per hari juga berhubungan dengan penurunan risiko depresi sebesar 5 persen.

Jangan Lupakan Asupan Cairan

Saat menambah konsumsi serat, tubuh juga membutuhkan cairan yang cukup agar proses pencernaan tetap berjalan baik.

“Serat bekerja seperti spons. Tanpa cukup cairan, dapat menyebabkan rasa tidak nyaman,” ujarnya.

Karena itu, memperbanyak minum air menjadi bagian penting saat menjalani pola makan tinggi serat.

Baca Juga: Tips Praktis Membersihkan Noda Darah di Pakaian Tanpa Merusak Serat Kain

Pola Makan Sehat Harus Tetap Realistis

Leeming menekankan bahwa pola makan sehat tidak seharusnya terasa menyiksa atau terlalu membatasi diri.

Yang terpenting adalah menjaga pola makan tetap realistis, nyaman dijalani, dan sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.

Mengikuti tren kesehatan memang tidak salah, tetapi memahami kebutuhan tubuh sendiri tetap menjadi langkah paling penting. (*)

Editor : Miftahul Khair
#fibremaxxing #makan tinggi serat #kesehatan tubuh #tren