Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Cara Tepat Menolong Korban Kecelakaan, Dokter Ungkap Langkah Aman yang Benar: Salah Sedikit Bisa Berakibat Fatal!

Miftahul Khair • Kamis, 30 April 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi menolong korban kecelakaan. (FREEPIK)
Ilustrasi menolong korban kecelakaan. (FREEPIK)

PONTIANAK POST - Saat melihat kecelakaan di jalan, banyak orang spontan ingin segera menolong korban. Niat baik ini tentu penting, tetapi tindakan yang terburu-buru tanpa pengetahuan yang tepat justru bisa memperparah kondisi korban.

Terutama pada kasus benturan keras atau kecelakaan lalu lintas, cara memindahkan korban tidak boleh dilakukan sembarangan. Kesalahan kecil bisa berisiko menambah trauma, bahkan memperburuk cedera yang sudah terjadi.

Karena itu, dokter mengingatkan bahwa pertolongan pertama pada korban kecelakaan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan di Jalur Sungai Pinyuh–Mempawah: Tiga Luka Berat, Satu Korban Meninggal Dunia

Langkah Pertama, Periksa Kesadaran Korban

Dokter Spesialis Bedah Umum Radjak Hospital Purwakarta dr Joko Purwito SpB menegaskan bahwa kondisi korban harus dinilai terlebih dahulu sebelum dipindahkan.

"Jika penanganan korban dilakukan tidak hati-hati, bukan tidak mungkin akan membuat korban semakin fatal traumanya," ujar Joko dilansir dari Antara, pada Kamis (30/4).

Menurutnya, saat pertama kali menemukan korban kecelakaan di jalan, hal paling awal yang perlu dilakukan adalah memeriksa tingkat kesadaran pasien.

“Jika di lokasi itu ada lebih dari satu orang bisa melakukan kerja sama, yakni yang satu melakukan pertolongan dengan menyadarkan pasien dan yang satu menghubungi pihak rumah sakit," jelas dia.

Baca Juga: Kecelakaan di Pelabuhan Teluk Batang, Motor Rem Blong Tabrak Portal dan Lukai Petugas

Jika korban masih sadar dan mampu diajak berkomunikasi, kondisinya bisa dikatakan relatif aman. Meski begitu, korban tetap perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Jangan Sembarangan Memindahkan Korban Tidak Sadar

Kondisi berbeda berlaku jika korban dalam keadaan tidak sadar. Pada situasi ini, pemindahan harus jauh lebih hati-hati karena bisa saja terdapat cedera serius yang tidak terlihat dari luar.

Salah satu yang paling berbahaya adalah cedera pada leher atau servikal.

“Dalam keadaan tidak sadar ini yang harus diwaspadai, jangan sampai memindahkan pasien tidak mengetahui kondisinya terlebih jika pasien memiliki trauma di leher. Salah-salah malah pasien keadaannya lebih buruk. Jadi kalau ada pasien yang mengalami cedera servikal (cedera leher) kita harus meminta bantuan orang lain untuk memindahkan pasien dengan hati-hati,” kata dia lagi.

Cedera pada area leher sangat sensitif karena berkaitan dengan saraf penting yang memengaruhi fungsi tubuh secara keseluruhan.

Baca Juga: DAMRI Janji Tanggung Jawab Penuh atas Korban Kecelakaan Bus rute Sintang-Pontianak

Cedera Kepala dan Patah Tulang Paling Sering Terjadi

Masih dilansir dari Antara, Dokter Spesialis Bedah Umum Radjak Hospital, dr Jeppri Bangun SpB, menjelaskan bahwa kecelakaan lalu lintas paling sering menyebabkan cedera kepala, patah tulang, cedera dada, hingga gangguan pada saluran kemih.

Kondisi seperti ini membutuhkan penanganan medis yang tepat dan tidak bisa hanya mengandalkan pertolongan seadanya di lokasi kejadian.

“Pasien kecelakaan itu tidak boleh sembarangan dipindahkan dari lokasi kecelakaan, karena untuk memindahkan pasien kecelakaan ada prosedur medis, tidak sembarangan (sehingga) harus dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih,” kata Jeppri.

Karena itu, kehadiran tenaga medis terlatih menjadi sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat. (*)

Editor : Miftahul Khair
#penanganan korban kecelakaan #Menolong Korban Kecelakaan #penjelasan dokter