Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Wahai Anak Muda, Gaya Hidup Buruk Bisa Memperparah Risiko GERD

Miftahul Khair • Kamis, 30 April 2026 | 14:04 WIB
Ilustrasi gaya hidup sehat pengaruhi GERD pada anak muda. (MAGNIFIC)
Ilustrasi gaya hidup sehat pengaruhi GERD pada anak muda. (MAGNIFIC)

PONTIANAK POST - Gaya hidup anak muda saat ini sering kali identik dengan jadwal makan yang berantakan, kurang olahraga, stres berlebihan, hingga kebiasaan tak sehat lainnya.

Tanpa disadari, pola hidup seperti ini bisa menjadi pemicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk masalah pencernaan seperti GERD.

Banyak orang menganggap asam lambung naik hanya gangguan ringan yang bisa hilang sendiri.

Baca Juga: Suka Kopi Meski Punya Maag? Berikut Tips Konsumsi yang Aman

Padahal, jika terjadi berulang dan tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat berkembang menjadi Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD.

Dokter mengingatkan, membiasakan gaya hidup sehat sejak muda menjadi salah satu cara penting untuk mengurangi risiko dan keparahan GERD.

Healthy Lifestyle Jadi Kunci Mengurangi GERD

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani Sp.PD K-GEH mengatakan penerapan healthy lifestyle sangat berperan dalam membantu mengurangi keparahan GERD.

“Cara menguranginya adalah healthy-life style, tidak merokok, berolahraga, makan teratur, tidak gemuk, kelola stress dengan baik,” kata Prof. Rino dikutip dari ANTARA.

Baca Juga: Obat Saja Tak Cukup, Inilah Alasan Sakit Maag Anda Tidak Sembuh!

GERD sendiri merupakan gangguan pencernaan kronis ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan atau esofagus secara berulang.

Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, iritasi pada kerongkongan bisa semakin parah dan memicu komplikasi kesehatan lainnya.

Kebiasaan Anak Muda Saat Ini Jadi Faktor Risiko

Menurut Rino, banyak anak muda saat ini belum menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.

Kebiasaan seperti jarang berolahraga, pola makan tidak teratur, konsumsi makanan yang kurang sehat, hingga menjadi perokok aktif menjadi faktor yang memperbesar risiko GERD.

Selain itu, kelebihan berat badan atau obesitas juga menjadi salah satu pemicu yang cukup sering terjadi.

Ia menilai kondisi ini membuat berbagai penyakit yang dulu lebih sering dialami usia lanjut kini mulai muncul pada usia yang lebih muda.

Baca Juga: Lawan GERD Tanpa Obat! dr Zaidul Akbar Bocorkan Solusinya

GERD Bisa Sebabkan Nyeri Dada hingga Sulit Menelan

GERD yang tidak dikendalikan dengan baik dapat menyebabkan berbagai keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Mulai dari rasa panas atau nyeri di dada, peradangan pada saluran cerna bagian atas, hingga sensasi seperti ada gumpalan di tenggorokan yang membuat penderita sulit menelan.

“GERD bisa menimbulkan rasa sakit atau panas di dada, dapat menimbulkan peradangan saluran cerna atas, dapat menyebabkan sulit menelan karena seperti ada gumpalan di tenggorokan, dapat memicu asma atau batuk-batuk lama, dapat timbul rasa pusing,” katanya.

Selain itu, GERD juga bisa memicu batuk berkepanjangan, memperburuk asma, hingga menyebabkan rasa pusing.

Baca Juga: Jangan Abaikan GERD! Penyakit yang Diam-diam Merusak Tubuh Anda, Ini Bahayanya

GERD Bukan Penyebab Utama Kematian Mendadak

Meski dapat menimbulkan berbagai komplikasi, Rino menegaskan bahwa GERD bukan penyebab utama kematian langsung maupun kematian mendadak.

Namun, kondisi ini tetap tidak boleh dianggap sepele karena jika dibiarkan dapat memperburuk kualitas hidup dan memicu masalah kesehatan lain.

Salah satu faktor yang juga memperparah GERD adalah pengelolaan stres yang buruk.

Stres berlebihan dapat membuat gejala semakin berat, bahkan memicu jantung berdebar yang sering disalahartikan sebagai gangguan lain.

Risiko Komplikasi Serius Tetap Perlu Diwaspadai

Dalam kondisi yang lebih berat, GERD dapat menyebabkan komplikasi serius seperti peradangan kerongkongan, kanker esofagus, hingga pneumonia aspirasi ketika asam lambung masuk ke paru-paru.

Karena itu, menjaga pola hidup sehat bukan hanya membantu mengurangi gejala, tetapi juga menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

Mulai dari makan teratur, rutin bergerak, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, hingga mengelola stres dengan baik bisa menjadi investasi kesehatan sejak usia muda. (*)

Editor : Miftahul Khair
#hubungan stres dan gerd #anak muda #gaya hidup sehat #gerd