PONTIANAK POST - Menjaga pola makan sehat sering kali menjadi tantangan berat bagi banyak orang. Salah satu camilan populer yang kini tengah menjadi sorotan adalah keju.
Riset terbaru menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi keju dengan risiko kesehatan serius.
Mengonsumsi keju cheddar dan keju krim diduga meningkatkan risiko kanker payudara.
Penelitian tahun 2017 oleh Roswell Park Cancer Institute mengamati 3.000 wanita. Studi panjang selama 11 tahun ini memeriksa dampak asupan produk susu.
Hasilnya menunjukkan wanita yang rutin makan keju mengalami peningkatan risiko sebesar 50 persen.
Temuan ini tentu mengejutkan para pencinta produk olahan susu tersebut.
Penyebab Risiko Kanker Payudara dari Produk Susu
Produk susu mengandung hormon pertumbuhan yang dikenal sebagai IGF-1.
Hormon Insulin-like Growth Factor ini diduga kuat dapat memicu pertumbuhan sel kanker.
Namun, tidak semua produk susu memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Studi yang sama menemukan bahwa makan yogurt justru menurunkan risiko sebesar 30 persen.
Kaitan Pola Makan dan Kanker yang Kompleks
Manveet Basra dari Breast Cancer Now menyebut hubungan diet dan kanker belum sepenuhnya jelas.
Hingga saat ini, para ahli masih terus meneliti kaitan spesifik tersebut.
Ia menegaskan bukti ilmiah soal kaitan diet dan kanker payudara masih belum pasti. Karena itu, hasil studi perlu disikapi dengan hati-hati.
Baca Juga: Kanker Testis Mengintai Pria Usia Produktif, Deteksi Dini Jadi Kunci Kesembuhan
Sejumlah penelitian lain menunjukkan kaitan makanan dan kanker masih lemah.
Temuan ini dilaporkan dalam pertemuan American Association for Cancer Research.
Ahli menyebut hubungan antara makanan dan kanker sangat kompleks. Pengaruhnya sering kali sulit dibedakan dari faktor lain.
Epidemiolog Harvard, Dr. Walter C. Willett, menyebut bukti pengaruh makanan terhadap kanker masih terbatas dan sulit diukur secara pasti.
Pentingnya Pola Hidup Seimbang
Meski ada temuan dari penelitian baru, risiko kanker tidak hanya ditentukan satu jenis makanan.
Bahkan orang dengan gaya hidup sehat tetap bisa terdiagnosis kanker.
Karena itu, penting menjaga pola makan seimbang dan rutin berolahraga. Pemeriksaan kesehatan berkala juga tetap diperlukan.
Di sisi lain, walaupun diagnosis kanker menakutkan, teknologi pengobatan saat ini sudah jauh berkembang pesat.
Kuncinya adalah tetap waspada namun tidak perlu hidup dalam ketakutan berlebihan.*
Editor : Uray Ronald