Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ilmuwan Australia Kembangkan STimage, AI yang Bantu Deteksi Kanker Lebih Cepat

Uray Ronald • Jumat, 8 Mei 2026 | 23:17 WIB
Ilustrasi.(Wowlabz)
Ilustrasi.(Wowlabz)

 

PONTIANAK POST - Ilmuwan Australia mengembangkan alat skrining kecerdasan buatan (AI) bernama STimage untuk mendeteksi penanda kanker tersembunyi pada sampel jaringan rutin.

Teknologi ini memberikan "penglihatan super" bagi para ahli patologi dalam mengidentifikasi penyakit secara lebih presisi. Tim peneliti dari QIMR Berghofer Medical Research Institute mendemonstrasikan kemampuan STimage melalui analisis biologi spasial.

Alat ini mampu memprediksi kanker payudara, kulit, ginjal, hingga penyakit autoimun hati dengan tingkat akurasi tinggi.

Keunggulan Biologi Spasial STimage

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications ini menunjukkan bahwa STimage merupakan alat yang andal dan berbiaya rendah. Selain mengevaluasi prognosis, alat ini juga mampu memprediksi respons pengobatan pasien secara cepat.

Baca Juga: AI Diagnosis Penyakit Pasien Lebih Akurat dari Dokter, Temuan Baru Harvard

Terobosan ini berpotensi mengawali era baru dalam patologi digital dan kedokteran presisi. Diagnosa yang lebih cepat memungkinkan perawatan medis yang lebih personal, terutama bagi pasien di daerah terpencil dengan akses spesialis terbatas.

Associate Professor Quan Nguyen, pemimpin pengembangan alat ini, mengibaratkan STimage seperti memberikan kemampuan resolusi super kepada tenaga medis. Alat ini mampu memindai jutaan biomarker tak kasat mata dalam sampel jaringan kecil.

"Alat ini mampu membuat prediksi diagnostik dan menghitung tingkat kepastian hasil secara matematis," ujar Nguyen dalam pernyataan resminya, dilansir Antara.

Baca Juga: 7 Makanan Pencegah Kanker yang Wajib Dikonsumsi untuk Hidup Lebih Sehat

Meskipun canggih, STimage dirancang untuk membantu, bukan menggantikan peran ahli patologi. Teknologi ini menyediakan informasi tambahan mengenai aktivitas genetik yang mustahil dilihat hanya dengan mata telanjang manusia.

Proyeksi Implementasi Klinis

Biologi spasial memberikan wawasan mendalam yang tidak bisa diakses melalui prosedur patologi standar. Integrasi AI dalam proses ini diharapkan mampu menekan angka kesalahan diagnosa sejak dini.

Baca Juga: Risiko Kanker Payudara Meningkat Akibat Konsumsi Keju? Cek Faktanya di Sini

Tim peneliti optimis bahwa STimage dapat segera digunakan secara luas. Mereka menargetkan teknologi ini sudah menjadi bagian dari praktik klinis resmi dalam kurun waktu dua tahun ke depan.*

 

Editor : Uray Ronald
#STimage #Kecerdasan Buatan Kanker #QIMR Berghofer #Patologi Digital #Deteksi Kanker AI.