Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kemenkes Perkuat Deteksi Hantavirus, Waspadai Risiko Penularan di Indonesia

Uray Ronald • Sabtu, 9 Mei 2026 | 23:18 WIB
Budi Gunadi Sadikin. (Kemenkes)
Budi Gunadi Sadikin. (Kemenkes)

 

PONTIANAK POST – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat sistem deteksi dini untuk mengantisipasi merebaknya kasus hantavirus yang kini menjadi perhatian internasional.

Pemerintah mulai berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna menyusun langkah skrining yang tepat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, sistem pemeriksaan yang disiapkan meliputi rapid test hingga tes berbasis PCR. Upaya ini bertujuan agar potensi penyebaran virus berbahaya tersebut dapat terdeteksi lebih cepat di masyarakat.

"Ini kan virus yang lumayan berbahaya. Kita sudah koordinasi dengan WHO untuk meminta panduan pelaksanaan skriningnya," ujar Budi dalam keterangannya.

Indonesia memiliki keunggulan berupa infrastruktur laboratorium PCR yang sudah siap sejak pandemi Covid-19. Keberadaan fasilitas ini dinilai akan memudahkan proses identifikasi virus secara teknis di berbagai wilayah.

Baca Juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: WHO Sebut Tak Berpotensi Jadi Pandemi

Namun, Budi mengakui bahwa ketersediaan reagen khusus Hantavirus saat ini masih sangat terbatas. Oleh karena itu, Kemenkes kini fokus memperkuat pengawasan atau surveilans di titik-titik yang dianggap rawan.

Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius kini menjadi perhatian internasional. Rasa trauma pada pandemi Covid-19 ikut memantik kepanikan global.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun turun tangan. Mereka melakukan investigasi terhadap kematian tiga penumpang kapal pada awal Mei 2026. 

Kapal MV Hondius diketahui membawa 149 penumpang dan kru dari 23 negara. Saat sejumlah penumpang mengalami gejala penyakit serius, kapal sedang berada di sekitar perairan Tanjung Verde, Afrika Barat.

Baca Juga: Heboh Hantavirus, dr Tirta Minta Publik Tak Panik: Ungkap Cara Simpel Mencegahnya

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan,  insiden di kapal pesiar MV Hondius memang serius. Namun, risiko terhadap kesehatan masyarakat global dinilai masih rendah.

WHO mengingatkan potensi penambahan kasus masih terbuka mengingat masa inkubasi virus belum sepenuhnya terlewati. WHO kini mengoordinasikan penanganan lintas negara melalui skema International Health Regulations (IHR).

Pejabat kesehatan menduga wabah bermula dari pasangan suami istri asal Belanda yang tertular setelah mengikuti ekspedisi satwa liar di daratan. Keduanya kemudian meninggal dunia.(*)

Editor : Uray Ronald
#Hantavirus Indonesia #virus Seoul #Budi Gunadi Sadikin. #kemenkes #deteksi dini