Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pola Makan Alami Jadi Kunci Menjaga Lambung Tetap Sehat

Chairunnisya • Senin, 11 Mei 2026 | 18:49 WIB
Ilustrasi wanita merasa mual dan tidak nyaman akibat gejala asam lambung.
Ilustrasi wanita merasa mual dan tidak nyaman akibat gejala asam lambung.

PONTIANAK POST - Gaya hidup serba cepat sering membuat banyak orang menunda makan, mengonsumsi kopi berlebihan, hingga memilih makanan instan.

Padahal, lambung termasuk organ yang sensitif terhadap pola makan sehari-hari. Karena itu, menjaga kesehatan lambung tidak hanya soal minum obat saat sakit datang, tetapi juga membangun kebiasaan makan yang lebih ramah bagi tubuh.

Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa makanan menjadi perhatian utama dalam mencegah maupun membantu mengobati gastritis atau sakit maag.

Gangguan lambung yang populer disebut maag dalam istilah kedokteran dikenal sebagai gastritis. Kondisi ini berupa kerusakan, radang, atau iritasi pada lapisan mukosa dinding lambung.

Baca Juga: Ade Rai Luruskan Mitos Asam Lambung Sering Naik, Bukan Karena Telat Makan!

Gejalanya meliputi nyeri lambung, mual, muntah, hingga perut terasa penuh.

Dinding lambung sebenarnya memiliki perlindungan alami berupa lendir dan bikarbonat.

Namun, perlindungan ini bisa melemah akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori, konsumsi alkohol berlebih, maupun efek samping obat antinyeri dan antiradang nonsteroid.

“Whole food artinya makanan alami, yang diproses sederhana, tanpa tambahan bahan-bahan kimiawi,” jelasnya.

Baca Juga: Bahaya Terlalu Sering Makan Seblak: Bisa Jadi Ancaman untuk Lambung, Jantung, dan Ginjal

Menurutnya, menjaga kesehatan lambung dapat dilakukan melalui perpaduan diet kaya whole food, cukup serat, dan air. Jenis makanan alami seperti buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan dinilai lebih ramah bagi lambung.

Ia juga menyoroti kebiasaan yang diduga memicu meningkatnya kasus gastritis, seperti terlambat makan, melewatkan waktu makan, sering mengonsumsi minuman berkafein, makanan berempah kuat, serta stres berlebihan.

Karena itu, pengobatan gastritis tidak cukup hanya dengan obat penetral asam lambung atau antibiotik. Perubahan gaya hidup juga diperlukan, mulai dari pola makan teratur, tidur cukup, olahraga rutin, hingga pengendalian stres secara konsisten. (*)

Editor : Chairunnisya
#gastritis #lambung #maag #tips sehat