PONTIANAK POST - Bagi pasangan yang menginginkan kontrasepsi jangka panjang, metode IUD atau spiral dan implan bisa menjadi pilihan. Kedua metode ini dikenal efektif dan tidak memerlukan penggunaan harian.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUA, Dr dr Budi Prasetyo SpOG(K) mengatakan, spiral dapat dipasang segera setelah melahirkan serta tidak memengaruhi hubungan seksual maupun produksi ASI.
’’Spiral dapat digunakan baik oleh perempuan yang sudah punya anak maupun yang belum,’’ terang Budi, dikutip dari Jawapos.
Menurutnya, spiral juga tetap efektif digunakan hingga usia menopause sehingga cocok bagi perempuan yang menginginkan perlindungan kehamilan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih Kontrasepsi karena Setiap Pasangan Memiliki Kebutuhan Berbeda
Selain spiral, implan juga menjadi pilihan kontrasepsi yang banyak digunakan. Implan dipasang di bawah kulit lengan atas dan efektif selama 3–4 tahun.
Metode ini dinilai aman digunakan hampir semua perempuan, kecuali pada kondisi tertentu seperti tumor payudara.
Meski efektif, penggunaan implan tetap memiliki kemungkinan efek samping. ’’Efek samping yang mungkin muncul adalah perubahan siklus haid, termasuk haid yang lebih sedikit atau bahkan tidak haid selama penggunaan,’’ paparnya.
Karena itu, Budi mengingatkan pentingnya konsultasi medis sebelum memilih metode kontrasepsi jangka panjang agar sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan masing-masing perempuan. (*)
Editor : Chairunnisya