PONTIANAK POST - Di tengah meningkatnya kasus hipertensi, sejumlah tanaman herbal masih dipercaya masyarakat untuk membantu mengendalikan tekanan darah.
Dua di antaranya adalah seledri dan kumis kucing yang telah lama digunakan secara turun-temurun.
Dilansir dari Jawapos, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, menyebutkan seledri dikenal luas sebagai bahan alami untuk membantu mengatasi tekanan darah tinggi.
Baca Juga: Hipertensi Mengintai Tanpa Gejala, Rutin Periksa Tekanan Darah Tekan Risiko Komplikasi
Masyarakat Indonesia memanfaatkannya secara tradisional karena dinilai mudah diperoleh dan dipercaya aman digunakan.
Dukungan ilmiah juga mulai mengkaji manfaat seledri.
Penelitian menemukan bahwa daun, batang, akar, hingga biji seledri memiliki kandungan yang bekerja secara sinergis dalam membantu menjaga tekanan darah.
Baca Juga: Tekanan Darah Tinggi Bisa Berbahaya Tanpa Gejala Sejak Usia Muda
Cara kerjanya beragam, mulai dari menjaga keseimbangan elektrolit, membantu relaksasi dan pelebaran pembuluh darah, hingga efek diuretik dan antioksidan.
Akar seledri bahkan disebut berpotensi menurunkan level angiotensin II yang berperan dalam penyempitan pembuluh darah.
Kajian terbaru juga mengindikasikan kandungan flavonoid, terpenoid, dan karbohidrat pada seledri berperan sebagai angiotensin-converting enzyme yang terkait dengan pengaturan tekanan darah.
Meski demikian, penggunaannya tetap perlu hati-hati. Sensitivitas setiap orang terhadap herbal berbeda-beda.
Takaran, kualitas, cara pengolahan, hingga jenis seledri dapat memicu penurunan tekanan darah secara drastis.
Baca Juga: Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Sering Konsumsi Makanan Asin, Bisa Picu Hipertensi di Usia Produktif
Selain seledri, daun kumis kucing juga populer dimanfaatkan untuk kesehatan ginjal dan hipertensi. Tanaman ini bahkan dikenal dengan julukan Java tea atau teh dari Jawa.
Secara tradisional, kumis kucing digunakan sebagai pelancar air seni, membantu hipertensi, penghancur batu ginjal, hingga membantu mengatasi infeksi saluran urin.
Penelitian pada hewan menunjukkan ekstrak daun kumis kucing mampu meningkatkan volume urin dan pengeluaran elektrolit natrium serta kalium.
Baca Juga: Cegah Hipertensi Dalam Kehamilan dengan Edukasi dan Terapi
Peningkatan pengeluaran air seni itulah yang membantu menurunkan tekanan darah.
Untuk penggunaan sederhana sebelum berkonsultasi ke dokter, daun segar dapat direbus sebanyak 5–7 lembar dalam 500 ml air dengan api kecil.
Namun, efeknya tetap perlu diamati secara seksama karena respons tubuh terhadap herbal dapat berbeda pada tiap orang. (*)
Editor : Chairunnisya