PONTIANAK POST - Daun sirsak menjadi salah satu bahan herbal yang mulai banyak diteliti karena potensinya dalam membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
Kandungan di dalamnya disebut memiliki beberapa mekanisme yang berkaitan dengan pengaturan tekanan darah.
Dikutip dari Jawapos, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, menyatakan penelitian di Indonesia dilakukan terhadap pria dan wanita usia 56–65 tahun yang telah mengalami hipertensi selama lima tahun.
Dalam penelitian tersebut, daun sirsak dikeringkan dan diolah menjadi teh yang dikonsumsi selama dua pekan.
Baca Juga: Hipertensi Mengintai Tanpa Gejala, Rutin Periksa Tekanan Darah Tekan Risiko Komplikasi
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol.
Peneliti kemudian menengarai beberapa kandungan dalam daun sirsak berperan dalam efek tersebut.
Flavonoid, vitamin C, kalsium, dan kalium menjadi kandungan yang disebut berpotensi membantu pengendalian tekanan darah.
Kalium diduga berperan melalui berbagai mekanisme, mulai dari menurunkan kontraksi otot jantung, memacu ekskresi natrium, hingga membantu pelebaran pembuluh darah.
Baca Juga: Tekanan Darah Tinggi Bisa Berbahaya Tanpa Gejala Sejak Usia Muda
Kalium juga disebut dapat membantu mengurangi volume darah secara bertahap sehingga tekanan darah ikut menurun.
Sementara flavonoid berperan sebagai penghambat ACE atau angiotensin converting enzyme yang berkaitan dengan pengaturan tekanan darah.
Mekanisme tersebut dapat menghambat perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II sehingga sekresi hormon antidiuretik berkurang dan pengeluaran air seni meningkat.
Meski menunjukkan potensi, penggunaan daun sirsak tetap membutuhkan penelitian lebih lanjut, terutama terkait dosis dan keamanan pemakaian jangka panjang. (*)
Editor : Chairunnisya