Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mitos Penanganan Anak Kejang Masih Sering Dilakukan Banyak Orang Tua

Chairunnisya • Jumat, 15 Mei 2026 | 16:38 WIB
Ilustrasi orang tua memeriksa suhu tubuh anaknya. (AI)
Ilustrasi orang tua memeriksa suhu tubuh anaknya. (AI)

PONTIANAK POST - Kesalahan yang paling sering dilakukan saat anak kejang adalah memasukkan benda ke mulut anak. Padahal, tindakan tersebut tidak dibenarkan secara medis dan justru berbahaya.

’’Tidak ada rekomendasi medis yang membenarkan hal itu. Jangan masukkan jari, sendok, kain, air, kopi, atau apapun,’’ tegas Dokter Spesialis Neurologi Virla Neuroaesthetic Clinic, Faldi Yaputra, dikutip dari Jawapos.

Menurutnya, tindakan tersebut bisa menutup jalan napas dan membuat anak tersedak. Bahkan, penggunaan sendok yang dibungkus kain tetap berisiko menyebabkan cedera.

Baca Juga: Hal Pertama yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Anak Sedang Kejang

’’Bahkan sendok yang dibungkus kain bisa menyebabkan cedera termasuk gigi patah dan tersedak,’’ tambahnya.

Faldi juga meluruskan anggapan bahwa lidah anak bisa tertelan saat kejang. Menurutnya, hal itu tidak mungkin terjadi.

’’Lidah tidak bisa tertelan, karena melekat di dasar rongga mulut,’’ jelas Faldi.

Kalaupun lidah tergigit, umumnya hanya menimbulkan luka ringan yang bisa sembuh sendiri. Yang perlu diwaspadai adalah jika darah masuk ke saluran napas.

Baca Juga: Tips Ampuh Atasi Anak Demam di Rumah, Orang Tua Wajib Tahu!

’’Kalau anak diposisikan miring, darah akan mengalir keluar dan tidak masuk ke saluran napas,’’ imbuhnya. 

Selain memasukkan benda ke mulut, kebiasaan lain yang sering dilakukan orang tua adalah menyiram air ke wajah anak atau langsung menggendongnya saat kejang.

Menurut Faldi, tindakan itu tidak disarankan karena berisiko membahayakan anak.

’’Kalau air masuk ke hidung atau mulut, anak bisa tersedak. Saat kejang, refleks batuk tidak bekerja,” ujarnya.

Baca Juga: Sering Demam Setelah Hujan Panas? Inilah Penyebab, Dampak, dan Cara Pencegahannya

Menggendong anak saat kejang juga dinilai kurang tepat karena dapat memengaruhi pasokan oksigen ke otak.

’’Kalau rebah, jantung tidak melawan gravi tasi saat memompa da rah ke otak. Tapi kalau digendong dalam posisi tegak, aliran oksigen ke otak justru bisa berkurang karena jantung harus bekerja lebih untuk memompa darah me la wan gravitasi,’’ jelasnya.

Setelah kejang berhenti, anak tetap dianjurkan berada dalam posisi miring atau posisi recovery agar jalan napas tetap aman. (*)

Editor : Chairunnisya
#anak demam #dokter #demam #anak #kejang