PONTIANAK POST - Kejang tidak selalu ditandai dengan tubuh yang bergerak hebat atau kelonjotan.
Dokter Spesialis Neurologi Virla Neuroaesthetic Clinic, Faldi Yaputra menyatakan gejala kejang bisa sangat beragam tergantung gangguan aktivitas listrik di otak.
’’Jadi tidak semua serangan itu berupa kejang kelonjotan. Ada juga yang sebaliknya, ototnya lemas sesaat lalu normal lagi,’’ paparnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Hal Pertama yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Anak Sedang Kejang
Beberapa anak bahkan hanya tampak bengong atau mendadak lunglai selama beberapa detik sebelum kembali normal.
Faldi menjelaskan, kejang terjadi akibat aktivitas gelombang listrik di otak yang tidak normal. Saat aktivitas listrik terganggu, gejala yang muncul juga bisa berbeda-beda.
Pada anak, kejang paling sering dipicu demam tinggi. Sedangkan pada orang dewasa, penyebabnya bisa berupa stroke, infeksi otak, hingga gangguan elektrolit.
Baca Juga: Mitos Penanganan Anak Kejang Masih Sering Dilakukan Banyak Orang Tua
’’Apapun penyebabnya, kejang tetap termasuk kondisi darurat di bidang neurologi,’’ tegasnya. (*)
Editor : Chairunnisya