PONTIANAK POST - Buah alpukat sering memunculkan perdebatan karena kandungan lemaknya yang tinggi. Namun di balik polemik itu, alpukat justru dikenal sebagai buah kaya nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS menyatakan alpukat memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh dalam jumlah tinggi.
Buah ini berasal dari pohon bernama ilmiah Persea americana dari Suku Lauraceae dan telah dikonsumsi manusia sejak ribuan tahun lalu.
Baca Juga: Sering Makan Alpukat? Ini Manfaatnya untuk Jantung dan Kesehatan Tubuh Menurut Ahli
Alpukat termasuk buah berry dari bunga tunggal dengan satu ovarium. Penduduk asli Meksiko diduga sudah mengonsumsi alpukat sejak sekitar 10.000 tahun lalu.
Suku Aztec menamai buah itu “ahuacati” karena bentuknya menyerupai organ kelamin pria. Karena itulah, avocado dipercaya berkhasiat sebagai afrodisiaka atau meningkatkan gairah seksual.
Popularitas alpukat sempat menurun ketika masyarakat Amerika Serikat menjalani pola makan rendah lemak. Kandungan lemak tinggi membuat buah ini dihindari.
Namun seiring berkembangnya pemahaman tentang lemak baik, alpukat kembali populer karena dianggap kaya nutrisi dan mendukung umur panjang.
Baca Juga: Manfaat Buah Alpukat Bagi Kesehatan, Salah Satunya Bisa Melembabkan Kulit!
Kandungan lemak pada alpukat didominasi asam lemak tidak jenuh tunggal sekitar 55–65 persen. Asam oleat dan palmitat menjadi kandungan utama. Asam oleat, yakni omega-9 mono unsaturated fatty acid, diyakini baik untuk kesehatan.
Studi di kawasan Mediterania menunjukkan pola makan tinggi asam lemak tidak jenuh tunggal berkaitan dengan rendahnya angka penyakit jantung dan pembuluh darah akibat penyumbatan arteri.
Kandungan alpukat membantu menurunkan kadar lemak jahat (LDL) sekaligus meningkatkan lemak baik (HDL).
Perubahan kadar kolesterol itu membantu menjaga pembuluh darah tetap sehat dan mengurangi risiko gangguan jantung. Kandungan vitamin E alpukat juga membantu melindungi otak dari dampak degenerasi dan penurunan fungsi kognitif.
Meski begitu, konsumsi alpukat tetap perlu diperhatikan. Tingginya kalori membuat buah ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah cukup, terutama bagi mereka yang menjaga berat badan. (*)
Editor : Chairunnisya