PONTIANAK POST - Alih-alih melarang penggunaan gawai sepenuhnya, dokter spesialis mata
Surabaya Eye Clinic, dr Rozalina Loebis SpM(K) menyarankan masyarakat menggunakan perangkat digital secara bijak.
Menurutnya, orang tua perlu membimbing anak memakai gawai dengan jarak aman, posisi duduk tegak, serta pencahayaan yang memadai.
Tiga faktor utama yang harus diperhatikan adalah jarak, durasi, dan posisi.
Baca Juga: Digital Eye Strain Mengintai Akibat Kebiasaan Menatap Layar Terlalu Lama
Idealnya, gawai dipegang dengan jarak sekitar 30–40 sentimeter dari mata.
Selain itu, aturan 20–20–20 juga penting diterapkan, yakni setiap 20 menit menatap layar, mata perlu beristirahat selama 20 detik dengan melihat objek berjarak sekitar 6 meter.
’’Posisi rebahan miring jangan menjadi kebiasaan. Kalau terpaksa, usahakan jarak kedua mata ke layar sama dan penerangan tetap cukup,’’ sarannya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Kebiasaan Main HP Sambil Rebahan Bisa Memicu Mata Juling Tersembunyi
Rozalina juga menekankan pentingnya pemeriksaan mata rutin, terutama pada anak-anak.
Pemeriksaan mata bukan hanya untuk mengetahui minus, tetapi juga memastikan keseimbangan otot mata dan kerja sama kedua mata tetap baik.
’’Pemeriksaan mata pada anak bukan hanya soal berapa minusnya, tapi apakah otot matanya seimbang dan apakah kedua mata bekerja sama dengan baik,’’ ujarnya. (*)
Editor : Chairunnisya