Bahaya AC Terlalu Dingin: Bisa Picu Flu Musim Panas, Ini Penjelasan Dokter dan Cara Aman Menggunakannya

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Selasa, 19 Mei 2026 | 14:26 WIB
Ilustrasi menggunakan pendingin ruangan (AC) saat musim panas. (MAGNIFIC)
Ilustrasi menggunakan pendingin ruangan (AC) saat musim panas. (MAGNIFIC)

PONTIANAK POST - Penggunaan pendingin ruangan (AC) saat cuaca panas memang menyegarkan, tetapi jika berlebihan justru bisa memicu gangguan kesehatan.

Dokter mengingatkan, perubahan suhu ekstrem dan udara kering dari AC dapat menyebabkan gejala mirip flu, bahkan tanpa infeksi.

AC Bisa Picu Gejala Mirip Flu

Dilansir dari Antara, Direktur Bidang Penyakit Dalam di Sir H. N. Reliance Foundation Hospital, Divya Gopal, menjelaskan bahwa udara dingin dari AC dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai flu musim panas.

Baca Juga: Super Flu, Pemerintah, dan Indonesia: Mengukur Respon di Tengah Ketidakpastian

Hal ini terjadi akibat perubahan suhu yang terlalu drastis, misalnya dari suhu luar ruangan sekitar 40°C ke dalam ruangan ber-AC dengan suhu 20°C.

Perubahan Suhu Mendadak Ganggu Pernapasan

Menurut Dr. Gopal, tubuh manusia sebenarnya dirancang untuk beradaptasi dengan perubahan suhu secara perlahan, bukan secara tiba-tiba.

“Ketika tubuh mendingin terlalu cepat, pembuluh darah di hidung menyempit lalu melebar dengan cepat, yang dapat menyebabkan vasomotor rhinitis.”

Kondisi ini menyebabkan hidung membengkak, produksi lendir meningkat, serta muncul gejala seperti pilek atau hidung tersumbat meskipun tidak ada infeksi virus.

Baca Juga: Terbukti Ampuh! Cara Membersihkan Kaca Rumah Agar Jernih Seperti Baru

Udara Kering dari AC Melemahkan Pertahanan Tubuh

Selain suhu, kelembapan udara juga menjadi faktor penting. Penggunaan AC dalam waktu lama dapat menurunkan kelembapan ruangan hingga 20–30 persen, jauh di bawah angka ideal 40–60 persen.

“Udara kering membuat lapisan lendir di hidung mengering sehingga lebih lemah dan kurang mampu menangkap virus maupun polutan,” jelas Dr. Gopal.

Akibatnya, saluran pernapasan menjadi lebih rentan terhadap iritasi dan gangguan.

Filter AC Kotor Bisa Picu Alergi

Kondisi AC yang jarang dibersihkan juga berisiko memperburuk kesehatan. Filter yang kotor dapat menjadi tempat menumpuknya debu, serbuk sari, jamur, hingga bakteri.

Partikel-partikel ini kemudian beredar di udara dan dapat memicu gejala seperti bersin, hidung tersumbat, hingga kelelahan.

Karena itu, penting untuk rutin membersihkan dan melakukan servis AC agar kualitas udara tetap terjaga.

Baca Juga: Tips Praktis Cuci Gelas Kaca Buram agar Tetap Terlihat Bening Seperti Baru

Cara Aman Menggunakan AC Saat Cuaca Panas

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, Dr. Gopal menyarankan agar perbedaan suhu antara luar dan dalam ruangan tidak terlalu ekstrem.

“Jika suhu di luar mencapai 40°C, Anda bisa mengatur AC di 28 atau 30°C terlebih dahulu. Setelah itu, turunkan perlahan ke 24 atau 26°C agar tubuh dapat menyesuaikan diri.”

Selain itu, menjaga kelembapan udara dan menghindari paparan AC terlalu lama juga menjadi langkah penting.

Baca Juga: Wastafel Mampet? Coba Cara Sederhana Ini Sebelum Panggil Tukang

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejala seperti pilek, hidung tersumbat, atau tenggorokan kering berlangsung lebih dari satu minggu terutama disertai demam atau nyeri tubuh sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Penggunaan AC yang bijak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama di tengah cuaca panas ekstrem. (*)

Editor : Miftahul Khair
bahaya AC terlalu dingin flu musim panas cara aman menggunakan ac penjelasan dokter