Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Viral Jepit Alis untuk Migrain, Mitos atau Ada Penjelasan Medis?

Chairunnisya • Kamis, 21 Mei 2026 | 09:41 WIB
Ilustrasi Nadia (model dalam foto) menjepit alisnya. (DOK JAWAPOS)
Ilustrasi Nadia (model dalam foto) menjepit alisnya. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Beberapa waktu lalu media sosial ramai membahas cara unik meredakan migrain, yakni dengan menjepit area alis menggunakan jepitan rambut.

Metode sederhana ini diklaim mampu mengurangi nyeri kepala hanya dalam hitungan menit.

Dokter RS Mitra Keluarga Sidoarjo Rudi Margono menilai fenomena tersebut bukan sekadar mitos. 

Penjelasan Ilmiah

Menurutnya, ada penjelasan ilmiah di balik sensasi meredakan nyeri yang dirasakan sebagian penderita migrain.

Baca Juga: Waspada 7 Makanan Pemicu Migrain dan Alternatif Sehatnya

Mekanisme tersebut dikenal sebagai pain diversion atau pengalihan nyeri.

’’Saat tubuh diberi tekanan atau rangsangan nyeri baru, otak akan mengalihkan persepsi dari nyeri utama, dalam hal ini migrain,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.

Melibatkan Saraf Supraorbital dan Trigeminus

Rudi menjelaskan, mekanisme itu melibatkan sistem saraf, khususnya saraf supraorbital dan saraf trigeminus.

Saraf supraorbital merupakan cabang dari saraf trigeminus yang berfungsi menghantarkan sensasi dari area dahi dan sekitar mata ke otak.

Baca Juga: Waspada! Makanan Ini Bisa Bikin Migrain Anda Kambuh

Tekanan pada area alis dinilai dapat memengaruhi persepsi nyeri kepala. Karena itu, teknik menjepit alis bisa membantu sebagian penderita migrain, terutama yang merasakan nyeri di sekitar mata.

’’Terutama migrain yang nyerinya terasa di sekitar mata. Efeknya biasanya cukup terasa saat area alis dijepit,’’ kata dokter yang kerap membagikan edukasi kesehatan melalui akun @itsdoktermuda itu.

Meski demikian, efek peredaan nyeri tersebut bersifat sementara. ’’Tidak bisa bertahan lama karena ini metode mekanik, bukan obat. Biasanya hanya terasa selama dijepit dan sedikit setelahnya,’’ kata Rudi.

Ia menegaskan, teknik menjepit alis tidak boleh dijadikan terapi utama migrain. Jika keluhan semakin berat atau mengganggu aktivitas, penderita tetap dianjurkan memeriksakan diri ke dokter. (*) 

Editor : Chairunnisya
#Sakit Kepala #migrain #tips sehat