PONTIANAK POST - Tren menjepit area alis menggunakan jepit rambut untuk meredakan migrain ramai dibicarakan di media sosial.
Meski terlihat sederhana, cara ini tetap perlu dilakukan dengan hati-hati.
Aman jika Tidak Berlebihan
Dokter RS Mitra Keluarga Sidoarjo Rudi Margono mengatakan metode tersebut relatif aman jika digunakan dalam waktu singkat dan tidak berlebihan.
’’Sejauh ini, pasien yang bercerita tidak mengalami efek samping serius. Paling hanya kemerahan ringan di alis, dan biasanya hilang sendiri,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Viral Jepit Alis untuk Migrain, Mitos atau Ada Penjelasan Medis?
Menurut Rudi, tekanan ringan pada area alis memang dapat membantu mengalihkan persepsi nyeri kepala. Namun, tidak semua orang cocok mencoba metode tersebut.
’’Anak-anak, orang dengan kulit sangat sensitif, mudah iritasi, atau yang hipersensitif terhadap nyeri sebaiknya menghindari,’’ jelas Rudi, yang kerap membagikan edukasi kesehatan melalui akun @
itsdoktermuda itu.
Ia juga mengingatkan bahwa teknik menjepit alis bukan terapi utama untuk migrain. Efek yang dirasakan biasanya hanya sementara dan tidak berlangsung lama.
Baca Juga: Waspada 7 Makanan Pemicu Migrain dan Alternatif Sehatnya
’’Tidak bisa bertahan lama karena ini metode mekanik, bukan obat. Biasanya hanya terasa selama dijepit dan sedikit setelahnya,’’ kata Rudi.
Bagi yang ingin mencoba, ia menyarankan penggunaan jepit rambut biasa dengan tekanan ringan. Kebersihan juga perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan iritasi pada kulit.
’’Pastikan jepit bersih, cuci tangan, dan sebaiknya wajah dibersihkan terlebih dulu sebelum menjepit,’’ katanya.
Rudi menegaskan, jika migrain makin berat atau muncul gejala lain yang lebih serius, penderita sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. (*)
Editor : Chairunnisya