Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Penyembelih Hewan Kurban Rentan Infeksi Kulit, Simak Tips Pencegahan Ini

Antara • Jumat, 22 Mei 2026 | 21:45 WIB
Ilustrasi - Pekerja memotong daging kurban sapi. (Antara)
Ilustrasi - Pekerja memotong daging kurban sapi. (Antara)

 

PONTIANAK POST - Petugas penyembelih hewan kurban dan pemotong daging pada Idul Adha wajib menerapkan upaya perlindungan diri. Langkah ini penting untuk mencegah masalah kulit dan risiko infeksi berbahaya.

Dermatolog dr. Arini Astasari Widodo, SM, Sp.DVE, FINSDV membagikan sejumlah tips praktis bagi para petugas. Ia mengimbau pekerja menghindari kontak langsung dengan darah hewan.

"Gunakan alat pelindung seperti sarung tangan tahan air atau sarung tangan kerja yang sesuai, sepatu bot, pakaian lengan panjang," kata Arini.

"Hindari kontak langsung darah maupun cairan tubuh hewan dengan kulit terbuka," ujarnya pada Jumat (22/5).

Baca Juga: Iduladha 2026, Pemprov Kalbar Pastikan Bantuan Kurban Menjangkau Wilayah Terpencil

Risiko Infeksi Kulit dari Hewan Kurban

Lulusan Universitas Indonesia ini menambahkan, petugas yang memiliki luka kecil di tangan harus menutupnya terlebih dahulu.

Luka tersebut sebaiknya ditutup rapat menggunakan plester tahan air sebelum mulai bekerja.

Paparan kotoran, darah, atau cairan dari hewan kurban yang disembelih terbukti memicu iritasi kulit. Jika kebersihan kulit tidak terjaga, infeksi bakteri bisa mengintai para petugas.

"Infeksi bakteri pada kulit seperti impetigo, selulitis, folikulitis, dan abses kulit bisa terjadi," tutur Arini menjelaskan risikonya.

"Meski jarang, terdapat juga risiko zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia," katanya lagi.

Risiko ini meningkat jika petugas memiliki luka terbuka dan mengabaikan kebersihan.

Cara Mencegah Infeksi di Lingkungan Kerja

Menurut Arini, individu tertentu memang lebih rentan mengalami infeksi di lingkungan yang lembap dan kurang higienis.

Oleh karena itu, petugas disarankan melakukan vaksinasi tetanus sebelum bertugas.

Petugas juga wajib menghindari menyentuh area wajah, mata, atau mulut saat bekerja. Hal ini efektif untuk meminimalkan risiko penularan infeksi bakteri.

Setelah proses penyembelihan selesai, petugas harus segera mencuci tangan hingga bersih. Seluruh bagian tubuh yang kotor juga wajib dibersihkan secara menyeluruh.

Baca Juga: Barantin Bentuk Satgas Hewan Kurban yang Bekerja 24 Jam Penuh

Jika kulit telanjur terkena kotoran atau darah, segera bersihkan area tersebut dengan air mengalir. Gunakan sabun yang lembut, keringkan kulit, lalu oleskan pelembap.

"Bila iritasi disertai munculnya kemerahan, gatal, atau rasa perih yang cukup berat, dapat diberikan krim anti-inflamasi ringan," ucapnya.

Namun, penggunaan krim tersebut harus sesuai dengan anjuran dokter.

Penanganan Luka Sayatan Pisau

Jika petugas mengalami luka akibat sayatan pisau, segera tekan bagian tersebut menggunakan kain bersih.

Tekan selama beberapa menit sampai pendarahan pada luka berhenti.

Baca Juga: Panitia Kurban Dilarang Mengambil Daging Kurban Sebagai Upah, Ini Penjelasannya

Setelah itu, bersihkan luka menggunakan air mengalir dan antiseptik ringan. Langkah terakhir, tutup luka tersebut menggunakan perban steril agar terhindar dari kuman.

Namun, petugas harus segera ke fasilitas kesehatan jika luka sayatan terlalu dalam dan darah sulit berhenti. Penanganan medis juga diperlukan jika muncul tanda infeksi serius.

"Seperti bengkak, nanah, nyeri berat, atau demam, maka sebaiknya orang yang bersangkutan segera memeriksakan diri," pungkas Arini.(ant)

Editor : Uray Ronald
#petugas sembelih #kesehatan kulit #Infeksi Kulit #hewan kurban #idul adha