Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Begadang terus? Dokter Sebut Kurang Tidur Bisa Bikin Mudah Marah dan Emosi, Ini Penjelasannya

Khoiril Arif Ya'qob • Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB
Ilustrasi ketiduran di kantor. (MAGNIFIC)
Ilustrasi ketiduran di kantor. (MAGNIFIC)

PONTIANAK POST - Kurang tidur ternyata bukan hanya membuat tubuh lemas dan sulit fokus, tetapi juga bisa memicu emosi tidak stabil hingga perilaku agresif.

Hal itu diungkap dokter sekaligus edukator kesehatan Adam Prabata melalui unggahannya di media sosial X yang ramai diperbincangkan warganet.

Tidur 7 Jam Supaya Tidak Mudah Marah

Dalam unggahannya, dr Adam Prabata mengaku kini mulai rutin tidur minimal tujuh jam setiap malam.

Baca Juga: Sering Begadang? Dokter Ungkap Kurang Tidur Ternyata Bisa Bikin Berat Badan Naik

Namun alasannya bukan semata demi produktivitas, melainkan untuk menjaga emosi tetap stabil.

“Gua mulai rutin tidur malam minimal 7 jam bukan karena pengen produktif, tapi supaya gak marah-marah,” tulisnya di akun X.

Unggahan tersebut langsung menarik perhatian banyak pengguna media sosial karena dinilai relate dengan kebiasaan masyarakat modern yang sering begadang dan kurang tidur.

Kurang Tidur Berkaitan dengan Emosi dan Perilaku Agresif

Adam menjelaskan dirinya memahami dampak kurang tidur setelah membaca sebuah systematic review dan meta-analysis yang dipublikasikan di jurnal Sleep Medicine Reviews.

Baca Juga: Hobi Begadang? Waspadai Dampak Buruknya pada Otak, Ini Faktanya Menurut Dokter

Penelitian tersebut menganalisis 60 studi terkait hubungan antara kualitas tidur dan kondisi emosi seseorang.

Hasilnya menunjukkan bahwa kurang tidur memiliki hubungan kuat dengan meningkatnya rasa marah, impulsivitas, dan perilaku agresif.

Tidur 4–6 Jam Bisa Picu Emosi Meledak

Dalam beberapa studi eksperimental yang dikutip dr Adam, peserta yang sengaja dibatasi waktu tidurnya hanya 4–6 jam per malam mengalami peningkatan reaktivitas emosi.

Mereka menjadi lebih mudah tersinggung, impulsif, dan sulit mengendalikan amarah.

Menurut dr Adam, kondisi itu bukan semata karena karakter seseorang pemarah, melainkan karena otak berada dalam kondisi lelah akibat kurang istirahat.

“Bukan karena mereka orangnya pemarah, melainkan karena otaknya lagi capek,” tulisnya.

Baca Juga: Sering Begadang atau Tidur Terlalu Lama, Awas Berat Badan Bisa Naik Tanpa Kamu Sadari

Kurang Tidur Ganggu Kerja Otak dan Hormon Stres

Kurang tidur juga disebut dapat meningkatkan hormon stres dalam tubuh serta mengganggu regulasi emosi.

Selain itu, bagian otak yang berfungsi mengendalikan emosi dan pengambilan keputusan menjadi kurang optimal saat tubuh kekurangan tidur.

Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah bereaksi berlebihan terhadap situasi sehari-hari.

Di akhir unggahannya, dr Adam pun memberikan pertanyaan sederhana kepada warganet.

“Jadi kalian masih mau kurang tidur?” tutupnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#mudah marah #begadang #penjelasan dokter #kurang tidur