Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dokter RSCM Ungkap Varikokel Jadi Pemicu Utama Gangguan Kesuburan Pria, Gaya Hidup Disebut Biang Keladi

Basilius Andreas Gas • Selasa, 26 Mei 2026 | 22:21 WIB
Dokter spesialis andrologi Prof. Dr. dr. Silvia Werdhy Lestari, Sp.And,M.Biomed dalam acara re-launching Klinik Yasmin RSCM di Jakarta, Selasa (26/5) (ANTARA/Fitra Ashari)
Dokter spesialis andrologi Prof. Dr. dr. Silvia Werdhy Lestari, Sp.And,M.Biomed dalam acara re-launching Klinik Yasmin RSCM di Jakarta, Selasa (26/5) (ANTARA/Fitra Ashari)

PONTIANAK POST- Gangguan kesuburan pada pria ternyata paling banyak dipicu varikokel atau pembengkakan pembuluh darah vena di area skrotum yang kerap dipengaruhi gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari tanpa disadari.

Dokter spesialis andrologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Prof. Dr. dr. Silvia Werdhy Lestari, Sp.And, M.Biomed mengatakan varikokel menjadi faktor terbesar penyebab gangguan fertilitas pada pria meski tidak selalu membuat kualitas sperma buruk.

“Ada yang gangguan mungkin post-testicular biasanya transportasinya, misalnya ada varikokel di situ. Nah ini jadinya faktor prianya, paling besar pertama itu adalah varikokel, tapi bukan berarti ada varikokel spermanya jelek,” kata Silvia di Klinik Yasmin RSCM di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan varikokel dapat muncul akibat kebiasaan tertentu seperti terlalu sering mengangkat beban berat, berendam air panas, hingga penggunaan celana ketat yang membuat suhu kantung zakar meningkat.

Menurut Silvia, kondisi tersebut terjadi akibat kerusakan atau gangguan pada katup satu arah di pembuluh vena sehingga aliran darah berbalik dan menumpuk di area skrotum.

Akibat penumpukan darah itu, pembuluh vena di kantung zakar mengalami pembengkakan dan dapat memengaruhi kualitas sperma.

Meski demikian, Silvia menegaskan tidak semua pria dengan varikokel mengalami infertilitas karena sebagian masih memiliki jumlah sperma dan kualitas DNA sperma yang baik.

Ia mengatakan tindakan operasi biasanya dilakukan apabila varikokel menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri, namun prosedur itu tidak selalu wajib dilakukan.

“Yang kita lebih khawatirkan bagaimana kualitas spermanya dulu, itu untuk fertilitas, kalau misalnya varikokel grade 3 untuk indikasi operasi tapi spermanya masih banyak, DNA-nya masih bagus ya nggak apa-apa, kita mesti lihatnya per kasus,” ujarnya.

Untuk membantu meningkatkan kesuburan pria, Silvia menyarankan perbaikan pola hidup seperti mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak protein sehat, rutin berolahraga, dan menghentikan kebiasaan merokok.

Ia juga mengingatkan pengolahan makanan sebaiknya tidak dilakukan dengan cara dibakar atau digoreng berlebihan karena dapat memengaruhi kualitas nutrisi tubuh.

Selain itu, pria dianjurkan memeriksakan kualitas sperma sebelum menikah maupun saat menjalani program kehamilan atau bayi tabung agar potensi gangguan kesuburan dapat diketahui lebih dini.

“Bahwa memang infertilitas itu tidak ngomongin yang ibunya saja, tapi ada bapak-bapaknya. Sebenarnya laki-laki juga menyebabkan faktor infertilitas, jadi kalau kita menyelesaikan infertilitas pria, berarti kita sudah menyelesaikan faktor infertilitas sebanyak separuhnya,” kata Silvia. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#kesuburan pria #andrologi #varikokel #dokter #pola hidup