PONTIANAK POST - Warna ASI kuning pekat yang sempat terlihat pada unggahan sejumlah selebriti membuat banyak ibu penasaran.
Tidak sedikit yang menyebutnya sebagai golden milk karena dianggap memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan ASI biasa. Namun, apakah benar ASI berwarna kuning lebih baik?
Dilansir dari Jawapos, dosen Program Studi D3 Kebidanan Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya sekaligus Wakil Ketua AIMI Jatim, Setiya Hartiningtiyawati SST MKeb, menyatakan warna kuning pada ASI umumnya merujuk pada kolostrum, yaitu ASI pertama yang diproduksi tubuh setelah persalinan.
Baca Juga: Saat Tangisan Bayi Memicu Penilaian Sosial terhadap Kemampuan Orang Tua
Kolostrum, Cairan Emas untuk Bayi Baru Lahir
Golden milk merujuk pada kolostrum, yakni cairan kental berwarna kuning keemasan atau kekuningan yang juga kerap disebut liquid gold.
Warna kuning pada kolostrum dipengaruhi kandungan protein, lemak, vitamin, mineral, hingga karotenoid yang tinggi. Karotenoid merupakan antioksidan alami yang memberikan warna kekuningan pada berbagai zat biologis.
"Kolostrum kaya protective agent atau zat pelindung yang sangat penting bagi bayi baru lahir," kata Setiya.
Kandungan tersebut membantu memberikan perlindungan awal bagi bayi yang baru memasuki dunia luar dan masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna.
Warna Kuning Tidak Selalu Bertahan Lama
Kolostrum umumnya diproduksi pada beberapa hari pertama setelah persalinan. Setelah itu, tubuh ibu akan secara alami menghasilkan ASI dengan komposisi yang berbeda sesuai kebutuhan bayi yang terus berkembang.
Baca Juga: Pose Yoga Ibu Menyusui
Perubahan warna dan tekstur ini merupakan proses normal yang menunjukkan kemampuan ASI menyesuaikan diri dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi.
Dengan demikian, warna kuning pada ASI bukanlah indikator tren semata, melainkan bagian dari proses biologis yang memang dirancang untuk mendukung kesehatan bayi sejak hari-hari pertama kehidupannya. (*)
Editor : Chairunnisya