PONTIANAK POST - Belakangan ini, cuaca sering berubah dalam hitungan jam. Pagi terasa panas, siang mendung, lalu malam diguyur hujan deras. Kondisi seperti ini membuat banyak keluarga kembali memperhatikan kesiapan kesehatan di rumah.
Pancaroba Membuat Tubuh Lebih Rentan
Musim pancaroba ditandai dengan perubahan suhu, kelembapan, curah hujan, hingga paparan debu yang terjadi cukup cepat. Tubuh pun perlu beradaptasi dengan berbagai perubahan tersebut.
Baca Juga: Dinkes Kalbar Cegah Penyebaran Superflu, Waspadai Potensi Influenza
Head of MCU National Hospital dr Karina Aprilia Wirajaya MHPM menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit.
"Kondisi itu sering kali membuat anak-anak, lansia, hingga penderita penyakit kronis lebih mudah jatuh sakit. Apalagi udara lembap juga mendukung perkembangan virus, bakteri, dan nyamuk penyebab penyakit," paparnya, dikutip dari Jawapos.
Siapkan Checklist Kesehatan di Rumah
Menurut Karina, keluarga sebaiknya memiliki checklist kesehatan sederhana sebagai langkah antisipasi menghadapi musim peralihan.
Baca Juga: Redakan Gejala Pilek dengan Minuman Hangat dari Bahan Alami Ini
"Tujuannya bukan sekadar berjaga-jaga, tetapi juga membantu keluarga lebih sigap menghadapi gejala awal penyakit sebelum bertambah parah," ujarnya.
Salah satu hal yang perlu diperiksa secara rutin adalah ketersediaan obat dasar di rumah. Persediaan yang disarankan antara lain parasetamol untuk demam, oralit, obat batuk pilek sesuai usia, antiseptik luka, obat maag, plester, dan kasa steril.
"Penggunaan obat harus sesuai aturan pakai dan usia. Antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan tanpa resep dokter," katanya.
Baca Juga: Minuman Herbal Kapulaga untuk Atasi Pilek Hingga Diabetes
Pastikan Alat Kesehatan Berfungsi Baik
Selain obat-obatan, perlengkapan kesehatan juga perlu dipastikan dalam kondisi baik. Karina menyarankan keluarga memiliki termometer digital, tensimeter, oximeter, masker medis, hand sanitizer, serta kotak P3K yang mudah dijangkau.
Dengan persiapan yang sederhana namun rutin dilakukan, keluarga dapat lebih siap menghadapi berbagai risiko kesehatan yang sering muncul selama musim pancaroba. (*)
Editor : Chairunnisya