PONTIANAK POST - Kekhawatiran terhadap masa depan sering dianggap sebagai hal yang wajar. Namun jika dilakukan secara berlebihan, apalagi terus-menerus, ternyata dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mental seseorang.
Dokter sekaligus edukator kesehatan dr. Adam Prabata melalui unggahannya di platform X pada (1/6) mengungkap bahwa kecemasan berlebihan atau overthinking terhadap masa depan dapat membuat seseorang lebih pesimis dalam memandang kehidupan.
Dampaknya, aspek kesehatan mental mulai dari emosi, motivasi, hingga cara seseorang menilai kehidupannya dapat ikut terpengaruh.
Baca Juga: Rutin Yoga Setiap Hari, Begini Manfaat Nyatanya pada Tubuh dan Kesehatan Mental
“Jadi bila kita sering khawatir secara berlebihan, maka kita akan cenderung memandang hidup dengan lebih pesimis. Akibatnya, kondisi kesehatan mental kita, seperti emosi, motivasi, serta cara kita memandang hidup akan terpengaruh, sehingga kualitas kesejahteraan hidup kita akan terganggu,” tulisnya.
Kecemasan Masa Depan Berkaitan dengan Pandangan Pesimis
Temuan tersebut sejalan dengan hasil penelitian berjudul The Relationship of Future Anxiety with a Multidimensional Framework of Well-Being Among Undergraduate Students: Optimism and Pessimism as Mediators.
Penelitian itu menemukan bahwa kecemasan terhadap masa depan memiliki hubungan dengan tingkat kesejahteraan psikologis seseorang.
Baca Juga: Ambisi Tak Terarah Bisa Picu Stres! Ini Cara Menjaga Semangat Berprestasi Tanpa Terbebani Rasa Cemas
Salah satu faktor yang menjembatani hubungan tersebut adalah munculnya sikap pesimis maupun optimistis dalam menjalani kehidupan.
Semakin tinggi kecemasan seseorang terhadap masa depan, semakin besar kemungkinan munculnya pola pikir pesimis.
Kondisi ini lalu berpengaruh terhadap kepuasan hidup, kesehatan mental, serta kesejahteraan secara keseluruhan.
Sebaliknya, individu yang mampu mempertahankan sikap optimistis cenderung memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih baik meskipun menghadapi berbagai ketidakpastian.
Emosi dan Motivasi Bisa Ikut Terganggu
Kecemasan berlebihan tidak hanya membuat seseorang lebih mudah merasa khawatir. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi semangat menjalani aktivitas sehari-hari.
Ketika seseorang terus-menerus membayangkan kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi, energi mental akan lebih banyak tersita untuk memikirkan ancaman dibanding mencari solusi.
Baca Juga: Apakah Saya Mengalami Kecemasan Saat Tidur? Ini Tanda dan Cara Mengatasinya
Akibatnya, produktivitas menurun, motivasi berkurang, dan muncul perasaan tidak berdaya dalam menghadapi tantangan hidup.
Oleh karenanya, para ahli menilai penting untuk menjaga keseimbangan antara mempersiapkan masa depan dan menerima bahwa tidak semua hal dapat diprediksi maupun dikendalikan.
Cara Mengurangi Kecemasan terhadap Masa Depan
Dalam unggahannya, Adam Prabata juga membagikan beberapa strategi sederhana yang dapat membantu mengurangi kecemasan berlebihan terhadap masa depan.
Pertama, mengurangi pemikiran pesimis dengan membuat perencanaan yang lebih jelas mengenai tujuan yang ingin dicapai.
Baca Juga: Sering Ngopi Ternyata Bisa Picu Kecemasan dan Sakit Kepala! Ini Penjelasan Dokter
Dengan memiliki langkah-langkah yang terukur, seseorang dapat lebih fokus pada tindakan nyata dibanding tenggelam dalam kekhawatiran.
Kedua, melatih harapan dan perspektif positif dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang disarankan adalah menuliskan tiga hal yang patut disyukuri setiap hari.
Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mengalihkan fokus dari berbagai ketakutan menuju hal-hal positif yang sudah dimiliki saat ini.
Ketiga, mengikuti terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT) apabila kecemasan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Metode terapi ini dikenal efektif membantu seseorang mengenali pola pikir negatif, mengubah cara pandang yang tidak sehat, serta mengembangkan strategi menghadapi kecemasan secara lebih adaptif.
Belajar Mempersiapkan Masa Depan Tanpa Terjebak Ketakutan
Mempersiapkan masa depan memang penting, tetapi membiarkan diri terus-menerus dikuasai rasa khawatir justru dapat merugikan kesehatan mental.
Penelitian menunjukkan bahwa cara seseorang memandang masa depan memiliki pengaruh besar terhadap tingkat kesejahteraan hidupnya.
Baca Juga: Sering Melamun Jadi Tanda Kamu Memiliki 10 Kekuatan Mental Ini, Menurut Psikologi
Karena itu, menjaga optimisme, memperkuat rasa syukur, dan fokus pada langkah nyata menjadi kunci agar kecemasan tidak berkembang menjadi beban psikologis yang berkepanjangan.
Dengan kata lain, merencanakan masa depan perlu dilakukan, tetapi tidak sampai mengorbankan ketenangan hidup hari ini. (*)
Editor : Miftahul Khair