Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Sering Nonton Film Porno Bisa Mengecilkan Otak, Ini Temuan Penelitian yang Terungkap

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 8 Juni 2026 | 13:56 WIB
Ilustrasi akibat dari sering menonton film porno. (MAGNIFIC)
Ilustrasi akibat dari sering menonton film porno. (MAGNIFIC)

PONTIANAK POST - Unggahan dokter sekaligus edukator kesehatan Adam Prabata di platform X menarik perhatian warganet.

Dalam cuitannya pada (7/6), ia menyebut bahwa kebiasaan menonton film porno berkaitan dengan penurunan volume otak pada area yang berperan penting dalam proses berpikir dan pengambilan keputusan.

Pernyataan tersebut merujuk pada sebuah studi ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Psychiatry dan masih sering menjadi rujukan dalam diskusi mengenai dampak konsumsi pornografi terhadap otak manusia.

Baca Juga: Cara Membuat Ramuan Air Kelapa ala dr Zaidul Akbar untuk Kesehatan Liver, Apa Saja Kandungannya?

Dampak Pornografi pada Struktur Otak

Dalam unggahannya, dr Adam menjelaskan bahwa penelitian tersebut menemukan hubungan antara frekuensi menonton film porno dengan berkurangnya volume gray matter atau materi abu-abu pada otak.

Area ini diketahui berperan penting dalam berbagai fungsi kognitif, termasuk berpikir, memproses informasi, belajar, dan mengambil keputusan.

Penelitian yang dimaksud berjudul Brain Structure and Functional Connectivity Associated With Pornography Consumption: The Brain on Porn, yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry.

Studi tersebut melibatkan 64 pria dewasa sehat di Jerman yang diminta melaporkan durasi konsumsi pornografi mereka setiap minggu, kemudian menjalani pemindaian otak menggunakan MRI.

Baca Juga: Redakan Nyeri Kaki dan Lutut dengan Ramuan Kunyit, Serai, dan Jeruk Nipis ala dr Zaidul Akbar, Simak Cara Membuatnya

Hasilnya menunjukkan adanya hubungan negatif antara jumlah jam menonton pornografi per minggu dengan volume gray matter pada bagian otak yang disebut caudate, salah satu area yang terlibat dalam sistem penghargaan (reward system) dan motivasi.

Peneliti Temukan Tanda Desensitisasi pada Konsumen Pornografi

Semakin tinggi konsumsi pornografi yang dilaporkan peserta, semakin kecil volume area tersebut yang terdeteksi melalui pemindaian.

Tak hanya itu, para peneliti juga menemukan bahwa individu yang lebih sering mengonsumsi pornografi menunjukkan aktivitas otak yang lebih rendah saat diberikan rangsangan seksual.

Temuan ini mengindikasikan kemungkinan terjadinya desensitisasi, yakni kondisi ketika otak menjadi kurang responsif terhadap stimulus yang sebelumnya dianggap menarik atau memuaskan.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah menurunnya konektivitas fungsional antara area sistem penghargaan dengan bagian korteks prefrontal, wilayah otak yang berperan dalam kontrol diri, perencanaan, dan pengambilan keputusan. Peneliti menemukan bahwa semakin tinggi konsumsi pornografi, semakin lemah hubungan antarkedua area tersebut.

Ahli Ingatkan agar Hasil Penelitian Tidak Disalahartikan

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini hanya menunjukkan adanya hubungan atau korelasi, bukan bukti bahwa pornografi secara langsung menyebabkan penyusutan otak.

Baca Juga: Anak Menolak Tidur Malam? Coba Ubah Kebiasaan Ini

Mereka menyebut kemungkinan lain, yaitu bahwa individu dengan karakteristik struktur otak tertentu sejak awal mungkin lebih terdorong untuk mengonsumsi pornografi dalam jumlah lebih besar. Dengan kata lain, arah hubungan sebab-akibatnya masih memerlukan penelitian lanjutan.

Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa kebiasaan digital yang dilakukan secara berulang, termasuk konsumsi konten pornografi, dapat berkaitan dengan perubahan pada cara kerja otak.

Namun para ahli menekankan pentingnya memahami hasil penelitian secara utuh dan tidak menyimpulkan bahwa setiap orang yang pernah menonton film porno pasti mengalami kerusakan otak.

Karena itu, diperlukan lebih banyak penelitian jangka panjang untuk memastikan apakah perubahan yang ditemukan benar-benar merupakan akibat dari konsumsi pornografi atau dipengaruhi faktor lain yang belum teridentifikasi. (*)

Editor : Miftahul Khair
#menonton film porno #penurunan volume otak #efek negatif #hasil penelitian