PONTIANAK POST - Tidak semua pijatan harus dilakukan dengan tekanan kuat. Dalam dunia wellness, pijat limfatik justru mengandalkan sentuhan lembut untuk membantu tubuh terasa lebih ringan dan nyaman.
Pijat limfatik atau lymphatic drainage massage menjadi salah satu terapi wellness yang semakin banyak diminati masyarakat. Teknik ini dilakukan melalui gerakan lembut, ritmik, dan terarah untuk membantu melancarkan aliran cairan limfa dalam tubuh.
Building People Through Wellness & Opportunity sekaligus Founder Sukhmaraga Holistic & Wellness dan Sukhmaraga Academy Syafrudin menjelaskan bahwa tujuan utama terapi ini bukan memberikan tekanan kuat seperti pijat pada umumnya.
Baca Juga: Sering Lelah dan Badan Terasa Berat? Bisa Jadi Sistem Limfatik Kurang Optimal
Sentuhan Lembut yang Terarah
Menurut Syafrudin, banyak orang masih menganggap pijatan harus terasa kuat agar manfaatnya dapat dirasakan.
’’Banyak orang mengira pijat harus keras supaya terasa hasilnya. Padahal pada pijat limfatik, sentuhan lembut justru lebih dibutuhkan karena tekniknya mengikuti jalur limfatik tubuh,’’ jelasnya, dikutip dari Jawapos.
Berbeda dengan pijat relaksasi biasa, pijat limfatik lebih berfokus pada stimulasi aliran limfa dan sirkulasi cairan tubuh. Karena itu, teknik yang digunakan cenderung ringan dan dilakukan sesuai arah jalur limfatik.
Baca Juga: 8 Kebiasaan yang Membuat Anda Terus Merasa Lelah, Segera Tinggalkan
Bagian dari Gaya Hidup Wellness
Syafrudin mengatakan terapi ini banyak dipilih oleh masyarakat yang menjalani gaya hidup sehat maupun program wellness. Terutama mereka yang memiliki aktivitas tinggi, sering duduk terlalu lama, kurang bergerak, atau baru menjalani perjalanan jauh.
Melalui pendekatan yang lembut, pijat limfatik menjadi salah satu pilihan untuk membantu tubuh terasa lebih nyaman dan mendukung proses pemulihan setelah beraktivitas. (*)
Editor : Chairunnisya