Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Demam Tak Selalu Flu, Waspadai Gejala yang Menyerupai Ebola

Chairunnisya • Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:57 WIB
Grafis Ebola VS Flu (DOK JAWAPOS)
Grafis Ebola VS Flu (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Demam, sakit kepala, badan pegal, dan rasa lemas sering dianggap sebagai gejala flu biasa.

Namun, keluhan serupa juga dapat muncul pada penyakit Ebola yang dikenal memiliki tingkat keparahan jauh lebih tinggi.

Dosen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani SSi MSi PhD, menjelaskan bahwa Ebola dan influenza memang memiliki sejumlah gejala awal yang mirip.

Baca Juga: China Kirim Bantuan Medis ke DRC di Tengah Wabah Ebola yang Meluas, WHO dan MSF Soroti Lonjakan Kasus dan Keterbatasan Respons Global

Meski begitu, keduanya merupakan penyakit yang sangat berbeda.

"Pada fase awal, Ebola dan influenza sama-sama dapat menimbulkan demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, serta rasa tidak nyaman pada tubuh. Namun, Ebola bukan sekadar flu berat karena mekanisme penyakit dan dampaknya terhadap tubuh sangat berbeda," ujarnya, dikutip dari Jawapos.

Menurut Laura, influenza umumnya menyerang sistem pernapasan. Sebagian besar pasien dapat pulih dengan istirahat yang cukup, menjaga asupan cairan, dan pengobatan untuk meredakan gejala.

Baca Juga: Congo Batalkan Pemusatan Latihan Piala Dunia Akibat Wabah Ebola

Sebaliknya, Ebola merupakan penyakit sistemik yang dapat memengaruhi banyak organ tubuh sekaligus.

Ebola Dapat Menyerang Banyak Organ

Laura menjelaskan bahwa virus Ebola dapat mengganggu fungsi hati, ginjal, sistem pembuluh darah, hingga sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga: Cegah Penyakit Menular, Pemprov Kalbar Perkuat Program Imunisasi

"Virus Ebola dapat mengganggu fungsi hati, ginjal, sistem pembuluh darah, hingga sistem kekebalan tubuh. Pada kasus berat, pasien bisa mengalami kehilangan cairan dalam jumlah besar, gangguan sirkulasi darah, syok, kegagalan multi organ, dan berujung pada kematian," jelasnya.

Karena itu, setiap kemunculan kasus Ebola selalu menjadi perhatian serius otoritas kesehatan dunia.

Tingkat fatalitasnya jauh lebih tinggi dibandingkan influenza musiman yang umumnya memiliki risiko kematian relatif rendah.

Tingkat Kematian Jadi Perhatian Dunia

Laura menambahkan bahwa pada sejumlah wabah, angka kematian akibat Ebola bahkan dapat melampaui 50 persen.

Baca Juga: Ratusan Kantong Darah Terinfeksi Penyakit Menular, PMI Perketat Skrining

Kondisi inilah yang membuat Ebola menjadi salah satu penyakit infeksi yang paling diwaspadai secara global.

Meski gejala awalnya dapat menyerupai flu, masyarakat perlu memahami bahwa Ebola memiliki dampak yang jauh lebih berat terhadap kesehatan. (*) 

Editor : Chairunnisya
#Ebola #penyakit menular #influenza #flu