PONTIANAK POST - Di balik gejala awal yang tampak mirip dengan flu, Ebola memiliki tingkat keparahan yang jauh lebih tinggi. Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ tubuh dan menyebabkan komplikasi serius.
Dosen Epidemiologi FKM Unair, Laura Navika Yamani SSi MSi PhD, menjelaskan bahwa Ebola bukan hanya menyerang satu sistem tubuh seperti influenza.
"Virus Ebola dapat mengganggu fungsi hati, ginjal, sistem pembuluh darah, hingga sistem kekebalan tubuh. Pada kasus berat, pasien bisa mengalami kehilangan cairan dalam jumlah besar, gangguan sirkulasi darah, syok, kegagalan multi organ, dan berujung pada kematian," jelasnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Demam Tak Selalu Flu, Waspadai Gejala yang Menyerupai Ebola
Risiko Kematian Sangat Tinggi
Menurut Laura, tingkat fatalitas Ebola menjadi salah satu alasan penyakit ini selalu mendapat perhatian besar dari dunia internasional.
Pada sejumlah wabah yang pernah terjadi, angka kematian akibat Ebola bahkan dapat melampaui 50 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan influenza musiman.
Gejala Dapat Memburuk dengan Cepat
Pada tahap awal, pasien biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Namun seiring perkembangan penyakit, kondisi dapat memburuk.
Pasien dapat mengalami muntah, diare berat, nyeri perut, gangguan fungsi organ, hingga manifestasi perdarahan pada sebagian kasus.
Baca Juga: Congo Batalkan Pemusatan Latihan Piala Dunia Akibat Wabah Ebola
Karena itu, Ebola termasuk penyakit yang membutuhkan penanganan cepat dan pengawasan ketat untuk mencegah kondisi pasien semakin memburuk. (*)
Editor : Chairunnisya