Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ini Alasan Ebola Memiliki Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

Chairunnisya • Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:59 WIB
Seorang petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri sebelum mengangkut jenazah seseorang yang meninggal karena diduga terinfeksi Ebola di desa Mongbwalu, provinsi Ituri, di bagian timur Republik Demokratik Kongo, pada 25 Mei 2026. (ANTARA/ Anadolu Agency/pri.)
Seorang petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri sebelum mengangkut jenazah seseorang yang meninggal karena diduga terinfeksi Ebola di desa Mongbwalu, provinsi Ituri, di bagian timur Republik Demokratik Kongo, pada 25 Mei 2026. (ANTARA/ Anadolu Agency/pri.)

PONTIANAK POST - Di balik gejala awal yang tampak mirip dengan flu, Ebola memiliki tingkat keparahan yang jauh lebih tinggi. Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ tubuh dan menyebabkan komplikasi serius.

Dosen Epidemiologi FKM Unair, Laura Navika Yamani SSi MSi PhD, menjelaskan bahwa Ebola bukan hanya menyerang satu sistem tubuh seperti influenza.

"Virus Ebola dapat mengganggu fungsi hati, ginjal, sistem pembuluh darah, hingga sistem kekebalan tubuh. Pada kasus berat, pasien bisa mengalami kehilangan cairan dalam jumlah besar, gangguan sirkulasi darah, syok, kegagalan multi organ, dan berujung pada kematian," jelasnya, dikutip dari Jawapos

Baca Juga: Demam Tak Selalu Flu, Waspadai Gejala yang Menyerupai Ebola

Risiko Kematian Sangat Tinggi

Menurut Laura, tingkat fatalitas Ebola menjadi salah satu alasan penyakit ini selalu mendapat perhatian besar dari dunia internasional.

Pada sejumlah wabah yang pernah terjadi, angka kematian akibat Ebola bahkan dapat melampaui 50 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan influenza musiman.

Baca Juga: China Kirim Bantuan Medis ke DRC di Tengah Wabah Ebola yang Meluas, WHO dan MSF Soroti Lonjakan Kasus dan Keterbatasan Respons Global

Gejala Dapat Memburuk dengan Cepat

Pada tahap awal, pasien biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Namun seiring perkembangan penyakit, kondisi dapat memburuk.

Pasien dapat mengalami muntah, diare berat, nyeri perut, gangguan fungsi organ, hingga manifestasi perdarahan pada sebagian kasus.

Baca Juga: Congo Batalkan Pemusatan Latihan Piala Dunia Akibat Wabah Ebola

Karena itu, Ebola termasuk penyakit yang membutuhkan penanganan cepat dan pengawasan ketat untuk mencegah kondisi pasien semakin memburuk. (*)

Editor : Chairunnisya
#Ebola #penyakit menular #influenza