Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ini Penjelasan Ahli Epidemiologi tentang Cara Penyebaran Virus Ebola pada Manusia

Chairunnisya • Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:04 WIB
Ilustrasi demam tinggi. (FREEPIK)
Ilustrasi demam tinggi. (FREEPIK)

PONTIANAK POST -  Meski dikenal sebagai penyakit berbahaya, Ebola ternyata tidak menular semudah influenza. Perbedaan pola penularan menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipahami masyarakat.

Dilansir dari Jawapos, dosen epidemiologi FKM Unair, Laura Navika Yamani SSi MSi PhD, menjelaskan bahwa influenza dapat menyebar dengan cepat melalui percikan droplet saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.

Sementara itu, Ebola ditularkan melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita.

Baca Juga: Ini Alasan Ebola Memiliki Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

Penularan Terjadi Melalui Cairan Tubuh

Cairan tubuh yang berisiko menularkan Ebola antara lain muntahan, urin, tinja, air liur, maupun benda yang telah terkontaminasi cairan tersebut.

"Jadi seseorang tidak akan tertular hanya karena berada di dekat pasien tanpa kontak berisiko," imbuh Sekretaris Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga itu.

Baca Juga: Demam Tak Selalu Flu, Waspadai Gejala yang Menyerupai Ebola

Gejala Awal Sering Menjadi Tantangan

Walaupun pola penularannya lebih terbatas, Ebola tetap berpotensi memicu wabah serius apabila terlambat dikenali.

Menurut Laura, tantangan terbesar terletak pada gejala awal yang tidak spesifik dan menyerupai banyak penyakit infeksi lainnya.

Baca Juga: China Kirim Bantuan Medis ke DRC di Tengah Wabah Ebola yang Meluas, WHO dan MSF Soroti Lonjakan Kasus dan Keterbatasan Respons Global

Karena itu, kewaspadaan terhadap gejala dan riwayat paparan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. (*)

Editor : Chairunnisya
#Ebola #penyakit menular