Dilansir dari Jawapos, dosen epidemiologi FKM Unair, Laura Navika Yamani SSi MSi PhD, menjelaskan bahwa influenza dapat menyebar dengan cepat melalui percikan droplet saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.
Sementara itu, Ebola ditularkan melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita.
Baca Juga: Ini Alasan Ebola Memiliki Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi
Penularan Terjadi Melalui Cairan Tubuh
Cairan tubuh yang berisiko menularkan Ebola antara lain muntahan, urin, tinja, air liur, maupun benda yang telah terkontaminasi cairan tersebut.
"Jadi seseorang tidak akan tertular hanya karena berada di dekat pasien tanpa kontak berisiko," imbuh Sekretaris Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga itu.
Baca Juga: Demam Tak Selalu Flu, Waspadai Gejala yang Menyerupai Ebola
Gejala Awal Sering Menjadi Tantangan
Walaupun pola penularannya lebih terbatas, Ebola tetap berpotensi memicu wabah serius apabila terlambat dikenali.
Menurut Laura, tantangan terbesar terletak pada gejala awal yang tidak spesifik dan menyerupai banyak penyakit infeksi lainnya.
Karena itu, kewaspadaan terhadap gejala dan riwayat paparan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. (*)