PONTIANAK POST - Lidah ternyata bisa beradaptasi terhadap rasa yang terlalu sering diterima.
Karena itu, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis berlebihan dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengecap rasa manis alami.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi kemampuan mengecap.
Baca Juga: Bukan Sekadar Menikmati Rasa, Kuncup Pengecap Bantu Tubuh Cerna Makanan
Di antaranya pertambahan usia, merokok, kekurangan zinc, kesehatan rongga mulut yang buruk, terlalu sering mengonsumsi makanan manis, penyakit, dan infeksi.
Konsumsi Gula Berlebih Ubah Persepsi Rasa
Menurut Mangestuti, terlalu sering dan banyak mengonsumsi makanan manis dapat mengganggu kemampuan mengecap rasa manis alamiah. Kondisi ini juga membuat orang makin tidak menyukai rasa pahit atau masam.
Baca Juga: Kesehatan Gigi dan Mulut
Ia memberi contoh sederhana dalam keseharian. Minum teh botol manis setiap hari dapat membuat rasa pisang menjadi tidak terlalu manis. Sebaliknya, mengurangi gula selama seminggu justru membuat pisang terasa lebih manis.
Contoh itu menunjukkan bahwa alat perasa mudah beradaptasi. Saat asupan gula terus tinggi, lidah terbiasa dengan kadar manis yang lebih kuat. Akibatnya, rasa manis alami dari buah atau makanan lain terasa berkurang.
Fungsi Alat Perasa Perlu Segera Diperbaiki
Mangestuti menekankan bahwa perbaikan fungsi alat perasa perlu dilakukan segera, apalagi karena organ ini mudah beradaptasi. Salah satu caranya adalah menurunkan asupan gula secara bertahap.
Baca Juga: Masalah Kesehatan Mulut Saat Hamil
Beberapa minggu setelah asupan gula dikurangi, buah-buahan bisa terasa lebih manis. Sebaliknya, minuman manis justru terasa terlalu manis.
Dari situ terlihat bahwa pengaturan konsumsi gula bukan hanya berpengaruh pada pola makan, tetapi juga pada kemampuan lidah merasakan rasa secara lebih seimbang. (*)
Editor : Chairunnisya