PONTIANAK POST - Robot Zamenix mulai diterapkan di Mandaya Royal Hospital Puri, Banten, sebagai metode baru pengangkatan batu ginjal tanpa operasi terbuka. Teknologi ini diklaim mampu menghancurkan dan mengangkat batu ginjal hingga ukuran 2 cm tanpa meninggalkan bekas sayatan.
Inovasi ini menjadi sorotan dalam layanan pengobatan batu ginjal tanpa operasi di Indonesia. Pihak rumah sakit menyebut metode ini sebagai salah satu lompatan besar dalam tindakan urologi modern berbasis robotik.
Teknologi Robotik dengan Presisi Tinggi
Menurut Manajer Humas Mandaya Hospital Group Erwin Suyanto, Robot Zamenix menggunakan lengan fleksibel yang bekerja melalui saluran kemih tanpa perlu membuka jaringan tubuh. Sistem ini dirancang untuk meminimalkan trauma pasien dan mempercepat pemulihan.
“Zamenix adalah robot dengan lengan fleksibel yang mampu menghancurkan batu ginjal besar hingga 2 cm dan mengangkatnya langsung dari dalam tubuh tanpa satu sayatan pun,” ujar Erwin dikutip dari Antara, Minggu (21/6).
Baca Juga: Riset Terbaru Ungkap Khasiat Kumis Kucing dan Pegagan untuk Kesehatan Ginjal
Teknologi ini dilengkapi kamera beresolusi tinggi untuk menjangkau area ginjal yang sulit diakses. Selain itu, sistem ini menggunakan laser Thulium urologi untuk memecah batu ginjal menjadi fragmen kecil sebelum diangkat.
Prosedur Tanpa Sayatan dan Kendali Dokter Real-Time
Berbeda dengan operasi konvensional, sistem ini bekerja sepenuhnya melalui saluran kemih. Hal ini membuat pasien tidak memerlukan luka sayatan di tubuh bagian luar.
Seluruh tindakan dikendalikan melalui cockpit khusus oleh dokter spesialis urologi. Sistem ini memungkinkan pengendalian gerakan robot secara langsung dengan tingkat presisi tinggi [anotasi: perlu data klinis efisiensi prosedur dibanding metode konvensional.
Baca Juga: Pemkab Ketapang Matangkan Operasional Rumah Sakit Pratama Sandai Tahun 2026
Pihak rumah sakit menyebut tindakan ini ditangani oleh tim urologi berpengalaman di bawah pengawasan ketat standar medis.
Mandaya Royal Hospital Puri dan Ekosistem Urologi Robotik
Mandaya Royal Hospital Puri mengklaim menjadi salah satu pusat layanan urologi modern dengan integrasi berbagai teknologi robotik. Selain Zamenix, rumah sakit ini juga menggunakan sistem bedah robotik da Vinci Xi, robot MonaLisa, terapi Rezum, hingga terapi Lutetium-177.
Teknologi tersebut digunakan untuk menangani berbagai penyakit ginjal dan prostat, termasuk kanker prostat stadium lanjut dan pembesaran prostat jinak.
Penguatan Layanan hingga Transplantasi Ginjal
Rumah sakit ini juga telah mengantongi lisensi resmi pemerintah untuk layanan transplantasi ginjal. Hal ini memperluas cakupan penanganan penyakit ginjal secara komprehensif. Dengan fasilitas tersebut, Mandaya menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat rujukan urologi modern di Indonesia.
Tim dokter urologi Mandaya yang dipimpin Prof. Ponco juga baru kembali dari Korea Selatan setelah menjadi pembicara dalam simposium robotik urologi. Forum tersebut dihadiri sekitar 50 dokter spesialis urologi.
Dalam kesempatan itu, tim mempresentasikan teknik terbaru penanganan batu ginjal menggunakan teknologi robotik kepada komunitas medis internasional.
Baca Juga: Rambut Jagung dan Herbal Lainnya Efektif Jaga Kesehatan Ginjal Alami
Harapan Baru Pasien Batu Ginjal
Inovasi ini memberi harapan bagi pasien batu ginjal yang selama ini harus menjalani operasi invasif. Tanpa sayatan, pasien berpotensi mengalami nyeri lebih ringan dan masa pemulihan lebih cepat.
Meski demikian, para ahli menekankan pentingnya evaluasi jangka panjang terhadap efektivitas dan keamanan teknologi robotik ini sebelum diterapkan secara luas.*
Editor : Uray Ronald