PONTIANAK POST – Durian dikenal sebagai "raja buah" yang memiliki cita rasa khas dan digemari banyak orang. Namun, bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, mengonsumsi durian sering kali menimbulkan kekhawatiran karena kandungan gula, kalori, dan lemaknya yang cukup tinggi.
Lantas, apakah penderita hipertensi masih boleh menikmati durian? Dikutip dari laman Halodoc, jawabannya boleh. Tetapi harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan dalam jumlah yang terbatas.
Para penderita hipertensi juga perlu memperhatikan beberapa hal agar konsumsi durian tidak memperburuk kondisi kesehatan.
Baca Juga: Durian Entikong Dinobatkan Jadi Juara, Ungguli 50 Kontestan dari Berbagai Kabupaten di Kalbar
Batasi Porsi Durian
Salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan adalah jumlah durian yang dikonsumsi. Penderita hipertensi sebaiknya hanya mengonsumsi satu hingga dua biji durian dalam sekali makan.
Menghabiskan satu buah durian utuh sangat tidak disarankan karena dapat meningkatkan asupan kalori, gula, dan lemak secara berlebihan.
Baca Juga: Di Tengah Turunnya Harga Musang King, Durian Lokal Kalbar Punya Peluang Naik Kelas Masuki Premium
Mengontrol porsi menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko meningkatnya tekanan darah maupun gangguan kesehatan lainnya.
Jangan Mengonsumsi Durian Bersama Alkohol
Hal yang tidak kalah penting adalah menghindari konsumsi durian bersamaan dengan minuman beralkohol.
Baca Juga: Durian Tak Lagi Sekadar Buah, Kini Menjadi Magnet Wisata yang Mampu Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Kombinasi durian dan alkohol dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan serta berpotensi memperburuk kondisi kesehatan. Terutama bagi orang yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi. Karena itu, kedua jenis konsumsi tersebut sebaiknya tidak dilakukan secara bersamaan.
Pantau Kondisi Tubuh Setelah Mengonsumsi
Setelah makan durian, penderita hipertensi dianjurkan memperhatikan kondisi tubuhnya.
Apabila memungkinkan, lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala setelah mengonsumsi durian. Selain itu, waspadai jika muncul keluhan seperti pusing, dada terasa tidak nyaman, sesak napas, atau gejala lain yang mengganggu.
Jika mengalami keluhan tersebut, segera hentikan konsumsi durian dan konsultasikan kepada tenaga medis.
Tetap Rutin Berkonsultasi dengan Dokter
Baca Juga: 5 Fakta Durian Musang King, Raja Durian Pasar Ekspor yang Harganya Kini Anjlok
Kontrol kesehatan secara rutin tetap menjadi bagian penting dalam pengelolaan hipertensi. Dokter dapat memberikan saran mengenai pola makan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien, termasuk apakah durian masih boleh dikonsumsi dan dalam jumlah berapa.
Anjuran ini penting karena setiap penderita hipertensi memiliki kondisi kesehatan yang berbeda-beda.
Jangan Abaikan Pola Makan Sehat
Durian bukanlah buah yang sebaiknya dikonsumsi setiap hari, terutama bagi penderita tekanan darah tinggi.
Halodoc mengingatkan agar pola makan tetap mengutamakan makanan bergizi seimbang, rendah garam, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya serat.
Dengan pola makan yang baik, risiko komplikasi akibat hipertensi dapat ditekan sekaligus membantu menjaga kesehatan jantung.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas penderita hipertensi masih diperbolehkan mengonsumsi durian, tetapi harus menerapkan prinsip moderasi atau tidak berlebihan.
Kandungan kalori, gula, dan lemak yang tinggi pada durian berpotensi meningkatkan kadar gula darah serta membebani kerja jantung apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Baca Juga: Kasus Hipertensi Anak Muda Tembus 1,4 Juta, Pemerintah Batasi Konsumsi Gula Lewat Aturan Baru
Oleh karena itu, penderita hipertensi disarankan hanya mengonsumsi durian dalam porsi kecil, menghindarinya bersama alkohol, tetap menjalani pola makan sehat, serta tidak melewatkan kontrol rutin ke dokter.
Apabila masih ragu atau muncul keluhan setelah mengonsumsi durian, segera konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan saran medis yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Editor : Silvina