PONTIANAK POST - Mandi menggunakan air kembang telah menjadi tradisi turun-temurun di berbagai daerah di Indonesia.
Selain digunakan dalam berbagai ritual kehidupan, kebiasaan ini juga dipercaya mampu memberikan rasa segar, rileks, hingga membantu meredakan pegal setelah beraktivitas.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa manfaat mandi air kembang tidak hanya didasarkan pada kepercayaan masyarakat, tetapi juga memiliki penjelasan ilmiah.
Baca Juga: Diet Efektif Tanpa Lapar dan Lemas: 3 Tips Agar Tubuh Sehat dan Bertenaga
Menurutnya, berbagai penelitian mengaitkan manfaat mandi air kembang dengan empat mekanisme utama, yakni hidroterapi, aromaterapi, fitoterapi, dan efek psikologis.
Air Hangat dan Aroma Bunga Memberikan Efek Relaksasi
Mangestuti menjelaskan, hidroterapi berasal dari penggunaan air hangat yang membantu merilekskan otot, memperbaiki sirkulasi darah, serta mengurangi kekakuan tubuh.
Baca Juga: Ini Kelompok Herbal Yang Mendukung Kesehatan Reproduksi Wanita Secara Alami
Sementara itu, aromaterapi bekerja melalui senyawa aromatik yang terhirup lewat hidung, kemudian diteruskan menuju sistem limbik pada otak sehingga memunculkan berbagai respons sesuai jenis minyak atsiri yang terkandung.
Di sisi lain, fitoterapi berasal dari zat bioaktif yang terkandung dalam tanaman.
Senyawa tersebut berperan sebagai antioksidan sekaligus membantu mengatasi masalah kulit seperti kemerahan, peradangan, maupun rasa sakit.
Baca Juga: Tren Kembali ke Alam Dorong Masyarakat Memilih Herbal Tradisional
Membantu Memberikan Kenyamanan
Menurut Mangestuti, kombinasi berbagai mekanisme tersebut menjelaskan mengapa banyak orang merasa tubuh lebih segar setelah mandi air kembang.
Ia menegaskan bahwa manfaat tersebut lebih bersifat membantu meningkatkan kenyamanan, bukan untuk mengobati cedera maupun menghilangkan penyebab nyeri.
Dengan demikian, mandi air kembang dapat menjadi salah satu cara untuk membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks setelah menjalani aktivitas sehari-hari. (*)
Editor : Chairunnisya