PONTIANAK POST - Selain mandi menggunakan bunga mawar, masyarakat Indonesia juga mengenal berbagai ramuan mandi tradisional.
Salah satunya adalah kembang leson yang hingga kini masih digunakan oleh masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa kembang leson secara turun-temurun dipercaya membantu mengurangi rasa lelah setelah menjalani aktivitas seharian.
Baca Juga: Tradisi Mandi Air Mawar Membantu Relaksasi Fisik dan Mental
Menggunakan Beragam Tanaman Aromatik
Ramuan kembang leson terdiri atas berbagai bahan alami, seperti bunga mawar, kenanga, cempaka, kunyit, temulawak, temu ireng, daun pandan, daun sirih, biji adas, dan kulit kayu pulasari.
Seluruh bahan dicuci, kemudian direbus dengan api sedang hingga mendidih. Setelah disaring, air rebusan dicampurkan ke dalam air mandi dan dapat digunakan hingga dua kali pemakaian.
Mengandung Berbagai Senyawa Alami
Baca Juga: Aroma Bunga Ternyata Memengaruhi Otak dan Membantu Meredakan Rasa Lelah
Menurut Mangestuti, berbagai bahan herbal tersebut mengandung beragam senyawa alami, seperti minyak atsiri, flavonoid, glikosida, fenol, dan senyawa lainnya.
Riset mengindikasikan kandungan tersebut berpotensi membantu memperlancar sirkulasi darah, berperan sebagai antiseptik, disinfektan, antioksidan, meningkatkan kebersihan tubuh, serta membantu melembapkan kulit.
Selain itu, penggunaan air hangat saat mandi juga berkontribusi membuat otot menjadi lebih rileks, memperbaiki sirkulasi darah, mengurangi kekakuan sendi, membantu tidur lebih nyenyak, serta menurunkan respons tubuh terhadap stres.
Baca Juga: Benarkah Mandi Air Kembang Bermanfaat bagi Kesehatan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Untuk memperoleh manfaat secara optimal, mandi menggunakan ramuan kembang leson dapat dilakukan tiga hingga empat kali dalam sepekan. (*)
Editor : Chairunnisya