PONTIANAK POST - Tidak banyak yang mengetahui bahwa krokot menyimpan kandungan asam lemak omega-3 dalam jumlah tinggi.
Nutrisi inilah yang membuat tanaman liar tersebut mendapat perhatian para peneliti sebagai salah satu sayuran bergizi tinggi.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa omega-3 merupakan salah satu kandungan penting pada krokot karena tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia.
Baca Juga: Jangan Anggap Gulma, Krokot Ternyata Superfood Kaya Nutrisi untuk Kesehatan Tubuh
Kandungan Omega-3 Lebih Tinggi
Menurut Prof. Mangestuti Agil, krokot memiliki lebih dari 27 jenis asam lemak. Kandungan yang paling dominan ialah palmitic acid, linolenic acid, dan oleic acid.
Kadar linolenic acid pada krokot bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa sayuran hijau seperti bayam dan selada air.
Meski demikian, kandungan tersebut dapat berubah bergantung pada usia panen, tipe tanaman, dan kondisi lingkungan tempat tumbuhnya.
Baca Juga: Ini Kelompok Herbal Yang Mendukung Kesehatan Reproduksi Wanita Secara Alami
Menjaga Keseimbangan Asam Lemak
Prof. Mangestuti Agil menjelaskan bahwa penelitian juga mempelajari perbandingan kandungan omega-6 dan omega-3 pada berbagai fase pertumbuhan daun krokot.
Perbandingan tersebut penting karena menentukan keseimbangan kedua asam lemak agar mampu menjaga efektivitas sistem kardiovaskular.
Selain itu, kadar asam lemak total tertinggi diketahui berada pada bagian daun.
Baca Juga: Ternyata Pegagan Bisa Jadi Herbal Adaptogen Penjaga Keseimbangan Tubuh Saat Stres
Kaya Asam Amino Esensial
Selain omega-3, krokot juga mengandung berbagai asam amino esensial seperti leucine, valine, phenylalanine, isoleucine, threonine, histidine, dan methionine.
"Asam amino esensial sangat vital bagi pembentukan otot dan hormon, pengaturan fungsi sistem imun, dan perbaikan jaringan tubuh," ujarnya.
Kandungan nutrisi yang lengkap tersebut menjadi salah satu alasan krokot semakin banyak dipelajari sebagai sumber pangan bergizi tinggi. (*)
Editor : Chairunnisya