Serangan Jantung Saat Bermain Padel Bukan karena Olahraganya Semata, Ini Penjelasannya

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 09:07 WIB
Ilustrasi bermain padel yang kini menjadi lebih populer dibanding tenis.
Ilustrasi bermain padel yang kini menjadi lebih populer dibanding tenis.

PONTIANAK POST - Olahraga menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat. Namun, aktivitas fisik tetap perlu dilakukan sesuai kondisi tubuh.

Beberapa waktu lalu, viral kisah seorang pria berusia 37 tahun yang mengalami serangan jantung saat bermain padel. Ini menjadi pengingat bahwa yang perlu diperhatikan bukan jenis olahraganya, melainkan kesiapan kondisi jantung setiap orang.

Dikutip dari Jawapos, peristiwa tersebut dialami Marcel Judodihardjo. Melalui akun Instagram pribadinya, dia menceritakan bahwa gejala justru muncul ketika sedang beristirahat di sela permainan.

Baca Juga: Padel dan Pickleball Rekreasi Sehat Semua Usia

"Napas tidak bisa panjang. Gue waktu itu nggak berasa nyeri sama sekali," katanya.

Marcel mengaku detak jantungnya tiba-tiba meningkat sangat cepat. Tubuhnya pucat, keluar keringat dingin, dan dada terasa tertekan. Menyadari kondisinya tidak normal, dia segera menuju unit gawat darurat (UGD).

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya plak yang robek pada pembuluh darah jantung. Menurut Marcel, plak tidak selalu berbentuk keras.

Baca Juga: Jadi Tren Olahraga Baru, Mengapa Padel Lebih Populer daripada Tenis di Kalangan Anak Muda?

Ada plak yang tidak stabil sehingga berpotensi robek dan memicu terbentuknya gumpalan darah yang kemudian menyumbat aliran darah menuju jantung.

Bukan Olahraganya yang Menjadi Penyebab

Dilansir dari Jawapos, dokter spesialis jantung National Hospital Surabaya, dr Fery Budiman Santoso SpJP, menegaskan bahwa olahraga padel bukan penyebab utama seseorang mengalami serangan jantung.

Baca Juga: 80 Persen Serangan Jantung Bisa Dicegah, dr Adam Prabata Bagikan Cara Sederhana Ini

Menurutnya, ketika seseorang berolahraga, jantung memang bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen seluruh tubuh.

"Ketika melakukan aktivitas fisik, jantung membutuhkan suplai darah lebih banyak. Pada orang dengan masalah jantung, kebutuhan itu tidak bisa dipenuhi dengan baik," jelasnya.

Artinya, olahraga hanya meningkatkan kebutuhan kerja jantung. Apabila sebelumnya sudah terdapat gangguan pada organ tersebut, kondisi itu bisa memicu munculnya keluhan yang selama ini belum pernah dirasakan.

Gangguan Jantung Bisa Belum Pernah Terdeteksi

Fery menjelaskan, kasus henti jantung mendadak saat berolahraga umumnya terjadi pada orang yang sebenarnya telah memiliki kelainan jantung, tetapi belum pernah terdiagnosis.

Baca Juga: Waspada! Ini 6 Tanda Serangan Jantung yang Sering Diabaikan dan Bisa Berakibat Fatal

Pada kelompok usia di bawah 35 tahun, penyebab yang paling sering ditemukan adalah gangguan sistem kelistrikan jantung atau aritmia, kelainan struktur jantung, maupun kardiomiopati yang menyerang otot jantung.

"Pada usia di bawah 35 tahun, kasus henti jantung disebabkan oleh gangguan sistem kelistrikan (aritmia), kelainan struktur, atau kardiomiopati (kelainan pada otot jantung)," paparnya.

Sementara itu, pada usia yang lebih tua, penyebab paling dominan adalah penyumbatan pembuluh darah atau penyakit jantung koroner.

Baca Juga: Bahaya Steroid Pembesar Otot, Risiko Serangan Jantung Bisa Naik 3 Kali Lipat

Dengarkan Kemampuan Tubuh Saat Berolahraga

Menurut Fery, olahraga apa pun tetap aman selama dilakukan secara terukur dan sesuai kapasitas tubuh.

Dalam permainan padel yang membutuhkan kerja sama pasangan, setiap pemain juga sebaiknya saling memperhatikan kondisi rekannya.

Apabila pasangan bermain mulai terlihat kelelahan atau mengalami penurunan kemampuan fisik, permainan sebaiknya dihentikan sementara.

Baca Juga: Mengapa Banyak Serangan Jantung Terjadi di Kamar Mandi? Cek Faktanya

"Kalau dirasa kapasitas fisik sudah maksimal, jangan dipaksakan. Istirahat dulu untuk memulihkan diri," tegasnya.

Jangan Hanya Mengejar Performa

Fery mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu fokus mengejar performa olahraga tanpa memahami kondisi kesehatannya sendiri.

Olahraga tetap memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung, tetapi harus disertai kemampuan mengenali batas tubuh.

"Olah raga apa pun, termasuk padel, selama terukur dan kita bisa mengontrol diri. Jangan hanya fokus pada permainan dan kerja sama tim, tapi juga dengarkan sinyal dari tubuh," lanjutnya.

Baca Juga: Hindari Serangan Jantung, Ini 5 Cara Alami Bersihkan Pembuluh Darah

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Memahami kondisi kesehatan sebelum berolahraga akan membantu mengurangi risiko terjadinya gangguan jantung yang tidak diinginkan. (*) 

Editor : Chairunnisya
dokter jantung serangan jantung padel olahraga penyakit jantung