PONTIANAK POST - Olahraga identik dengan tubuh yang lebih bugar. Namun, ketika muncul keluhan saat beraktivitas fisik, banyak orang kerap menganggapnya sebagai kelelahan biasa.
Padahal, beberapa gejala ringan bisa menjadi sinyal awal gangguan jantung yang tidak boleh diabaikan.
Nyeri Dada Bukan Satu-satunya Gejala
Dokter spesialis jantung National Hospital Surabaya, dr Fery Budiman Santoso SpJP, menjelaskan bahwa gangguan jantung saat berolahraga tidak selalu diawali rasa nyeri di dada.
Baca Juga: Serangan Jantung Saat Bermain Padel Bukan karena Olahraganya Semata, Ini Penjelasannya
"Bisa berupa rasa tidak nyaman di dada, penurunan kapasitas fisik, atau aktivitas ringan saja sudah terasa sesak," ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Menurut Fery, banyak orang masih menganggap serangan jantung selalu identik dengan nyeri dada hebat. Padahal, setiap orang dapat mengalami keluhan yang berbeda.
Karena itu, mengenali perubahan kondisi tubuh saat berolahraga menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Baca Juga: 80 Persen Serangan Jantung Bisa Dicegah, dr Adam Prabata Bagikan Cara Sederhana Ini
Jantung Berdebar Jangan Dianggap Normal
Fery mengatakan, pada beberapa kasus, terutama yang berkaitan dengan kelainan struktur jantung, gejala yang muncul justru berupa jantung berdebar tanpa disertai rasa nyeri.
"Pada beberapa kasus, terutama yang berkaitan dengan kelainan struktur jantung, gejala bisa berupa jantung berdebar tanpa rasa nyeri," jelasnya.
Kondisi tersebut sering kali diabaikan, terutama oleh mereka yang masih berusia muda dan merasa tubuhnya sehat.
Baca Juga: Waspada! Ini 6 Tanda Serangan Jantung yang Sering Diabaikan dan Bisa Berakibat Fatal
Padahal, jantung berdebar yang muncul secara tiba-tiba ketika berolahraga dapat menjadi tanda bahwa jantung sedang bekerja tidak normal.
Kapasitas Fisik yang Menurun Perlu Diwaspadai
Selain jantung berdebar, penurunan kemampuan fisik juga perlu mendapat perhatian.
Seseorang yang biasanya mampu berolahraga dalam durasi tertentu tetapi tiba-tiba merasa cepat lelah atau sesak meski aktivitasnya ringan, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk melanjutkan latihan.
Menurut Fery, perubahan kemampuan fisik sering kali menjadi sinyal bahwa kebutuhan oksigen tubuh tidak lagi mampu dipenuhi secara optimal oleh jantung.
Baca Juga: Mengapa Banyak Serangan Jantung Terjadi di Kamar Mandi? Cek Faktanya
Semakin cepat keluhan dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah kondisi menjadi lebih serius.
Jangan Memaksakan Bermain
Dalam olahraga seperti padel yang dimainkan berpasangan, Fery mengingatkan agar setiap pemain tidak hanya fokus pada pertandingan, tetapi juga memperhatikan kondisi dirinya maupun rekan bermain.
Apabila tubuh mulai memberikan sinyal kelelahan berlebihan atau muncul keluhan yang tidak biasa, permainan sebaiknya segera dihentikan.
Baca Juga: Bahaya Serangan Jantung: Kenali Gejala Serangan Jantung Sebelum Terlambat
"Kalau dirasa kapasitas fisik sudah maksimal, jangan dipaksakan. Istirahat dulu untuk memulihkan diri," tegasnya.
Istirahat yang cukup memberi kesempatan bagi tubuh untuk kembali stabil sebelum memutuskan melanjutkan aktivitas.
Dengarkan Sinyal dari Tubuh
Fery menegaskan bahwa tubuh sebenarnya memberikan berbagai sinyal ketika sedang mengalami gangguan. Sayangnya, banyak orang mengabaikan tanda tersebut karena merasa masih muda atau terbiasa berolahraga.
Baca Juga: El Zuratnam Rasakan Manfaat Program JKN Ketika Terkena Serangan Jantung
Padahal, napas yang semakin pendek, jantung berdebar, rasa tidak nyaman di dada, hingga penurunan kemampuan fisik bukanlah keluhan yang sebaiknya dianggap sepele.
Dengan mengenali gejala sejak dini dan tidak memaksakan tubuh bekerja melebihi kemampuannya, risiko terjadinya gangguan jantung saat berolahraga dapat ditekan.
Menurut Fery, olahraga tetap penting untuk menjaga kesehatan. Namun, manfaatnya akan lebih optimal apabila dilakukan sambil mendengarkan setiap sinyal yang diberikan tubuh. (*)
Editor : Chairunnisya