Punya Gangguan Tiroid? Kenali Makanan dan Suplemen yang Perlu Dibatasi

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 15:48 WIB
Ilustrasi  perempuan makan sayur (JAWAPOS)
Ilustrasi perempuan makan sayur (JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Gangguan tiroid, baik hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) maupun hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif), umumnya memerlukan pengobatan sesuai anjuran dokter.

Meski demikian, pola makan juga dapat memengaruhi fungsi tiroid dan efektivitas terapi yang dijalani.

Dilansir dari Cleveland Clinic, menurut ahli endokrin Dr. Ravali Veeramachaneni, tidak ada pola makan yang dapat menyembuhkan gangguan tiroid, tetapi beberapa makanan dan suplemen dapat mengganggu penyerapan obat atau memengaruhi produksi hormon tiroid.

Baca Juga: Anda Pengidap Tiroid? Hindari Makanan Ini, Salah Satunya Singkong

Tidak Semua Pantangan Berlaku untuk Semua Orang

Dr. Veeramachaneni menjelaskan bahwa rekomendasi makanan bergantung pada jenis gangguan tiroid yang dialami.

Makanan yang perlu diperhatikan pada hipotiroidisme belum tentu menjadi masalah bagi penderita hipertiroidisme, begitu pula sebaliknya.

Karena itu, perubahan pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan dibicarakan bersama tenaga kesehatan.

Baca Juga: Kreatif! 5 Menu Sayur yang Disukai Anak Sulit Makan

Produk Kedelai Perlu Diatur Waktunya

Produk berbahan kedelai (soy), seperti susu kedelai atau olahan kedelai lainnya, tidak harus dihindari sepenuhnya.

Namun, bagi penderita hipotiroidisme yang mengonsumsi obat hormon tiroid, kedelai dapat mengurangi penyerapan obat apabila dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu minum obat.

Karena itu, pemberian jeda waktu antara obat dan makanan berbahan kedelai sangat dianjurkan.

Baca Juga: Resep Sayur Kreatif untuk Anak yang Sulit Makan, Mudah dan Praktis!

Hati-hati dengan Suplemen Kelp dan Yodium

Kelp merupakan rumput laut yang secara alami kaya akan yodium. Mengonsumsi kelp sebagai bahan makanan umumnya masih dianggap aman, tetapi suplemen kelp dapat mengandung yodium dalam jumlah sangat tinggi.

Bagi penderita hipotiroidisme maupun hipertiroidisme, kelebihan yodium dari suplemen justru dapat mengganggu keseimbangan hormon tiroid.

Cleveland Clinic tidak menganjurkan penggunaan suplemen yodium secara rutin kecuali atas rekomendasi tenaga kesehatan, terutama karena kekurangan yodium relatif jarang terjadi di banyak negara yang telah menggunakan garam beryodium.

Sayuran Cruciferous Tetap Boleh Dikonsumsi

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Membersihkan Brokoli dari Ulat, No More Drama!

Sayuran seperti brokoli, kubis, kembang kol, kale, lobak, dan sayuran sejenis sering disebut dapat mengganggu fungsi tiroid karena mengandung senyawa goitrogen.

Namun, risiko tersebut terutama berkaitan dengan konsumsi dalam jumlah sangat besar dan dalam keadaan mentah, khususnya pada penderita hipotiroidisme. 

Dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang, sayuran ini tetap memiliki banyak manfaat kesehatan. Orang dengan hipertiroidisme tidak perlu membatasi konsumsi kelompok sayuran tersebut.

Baca Juga: Resep Sayur Sehat untuk Balita: Tips Mudah Agar Si Kecil Lahap Makan

Jangan Sembarangan Mengonsumsi Suplemen

Selain suplemen kelp, penggunaan suplemen yodium juga tidak dianjurkan tanpa pengawasan dokter.

Menambahkan yodium ketika tubuh sudah memperoleh asupan yang cukup tidak akan memperbaiki gangguan tiroid, bahkan berpotensi memperburuk kondisi pada sebagian orang.

Pola Makan Seimbang Tetap Menjadi Kunci

Baca Juga: 6 Sayuran Penurun Trigliserida yang Ampuh dan Mudah Ditemukan

Penderita gangguan tiroid tidak memerlukan diet khusus yang sangat ketat.

Yang lebih penting adalah menerapkan pola makan bergizi seimbang, memastikan obat diminum sesuai petunjuk, dan menghindari makanan atau suplemen yang dapat mengganggu efektivitas terapi.

Pada hipotiroidisme, makanan yang mengandung selenium, seperti beberapa jenis ikan, dapat menjadi bagian dari pola makan sehat untuk mendukung fungsi tiroid. Namun, makanan tersebut bukan pengganti terapi hormon tiroid yang diresepkan dokter.

Konsultasikan Sebelum Mengubah Pola Makan

Apabila ingin mengubah pola makan atau mulai mengonsumsi suplemen tertentu, penderita gangguan tiroid disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.

Hal ini penting untuk memastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi sekaligus mencegah gangguan terhadap pengobatan yang sedang dijalani. (*)

Editor : Chairunnisya
gangguan tiroid diet tiroid hipertiroidisme kesehatan tiroid hipotiroidisme