Anak Sering Kaki Nyeri Saat Malam Hari? Kenali Ciri-Ciri Growing Pain

Chairunnisya • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 08:59 WIB

 

Ilustrasi anak aktif bermain di taman bermain. (AI)
Ilustrasi anak aktif bermain di taman bermain. (AI)

PONTIANAK POST - Keluhan nyeri kaki pada anak saat malam hari sering membuat orang tua khawatir. Namun, kondisi tersebut belum tentu menandakan gangguan serius.

Pada banyak kasus, rasa nyeri bisa merupakan growing pain, kondisi yang umum terjadi pada anak dan tidak berkaitan dengan gangguan pertumbuhan.

Dokter spesialis anak, Dr dr Dian Pratamastuti SpA, menjelaskan growing pain umumnya dialami anak usia 2–12 tahun. Keluhan biasanya muncul pada tungkai bawah, otot paha bagian depan, betis, hingga belakang lutut.

Baca Juga: Anak Kejang Lebih Lima Menit Harus Segera ke Rumah Sakit

"Growing pain bukan gangguan pertumbuhan dan tidak ada kaitannya dengan tumbuh kembang anak," ujarnya, dikutip dari Jawapos. 

Sering Dialami Anak yang Aktif Bergerak

Menurut dr Dian, growing pain lebih sering dialami anak yang aktif melakukan aktivitas fisik sepanjang hari. Berlari, melompat, memanjat, atau bergerak terus-menerus dapat memicu nyeri otot pada malam hari.

"Ini hal yang wajar terjadi. Apalagi pada anak yang sangat lincah. Habis lari-larian, lompat, joget, manjat, banyak gerak," tuturnya. 

Baca Juga: Tak Perlu Panik, Begini Tips Praktis Mengembalikan Selera Makan Anak yang GTM

Nyeri biasanya terasa seperti kram atau berdenyut. Keluhan muncul pada malam hari, kemudian menghilang saat pagi sehingga anak dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

"Durasi nyeri yang dirasakan tiap anak bervariasi. Ada yang 6 jam, 3 jam. Ingat, growing pain tidak sampai membuat anak kesulitan bergerak atau pincang," jelasnya.

Kenali Tanda yang Bukan Growing Pain

Baca Juga: Tips Ampuh Atasi Anak Demam di Rumah, Orang Tua Wajib Tahu!

Meski growing pain tergolong tidak berbahaya, orang tua tetap perlu mengenali tanda-tanda yang memerlukan pemeriksaan dokter.

Apabila nyeri disertai bengkak, kemerahan, demam, tubuh lemas, nafsu makan menurun, atau membuat anak sulit berjalan, kondisi tersebut bukan ciri khas growing pain.

"Growing pain itu tidak ada riwayat jatuh atau cedera sebelumnya. Jadi, kalau sampai ada bengkak, memar merah, sendi sakit semua, bahkan anak jadi pincang jalannya, itu bukan growing pain," tegasnya.

Menurut dr Dian, growing pain umumnya akan membaik dengan sendirinya dalam satu hingga dua tahun atau ketika anak memasuki masa remaja. (*)

Editor : Chairunnisya
growing pain nyeri kaki anak kesehatan anak tumbuh kembang dokter anak