PONTIANAK POST - Daun kelor tidak hanya dikenal sebagai sumber nutrisi, tetapi juga terus menjadi perhatian para peneliti karena kandungan senyawa alaminya.
Berbagai penelitian menunjukkan tanaman ini memiliki potensi untuk mendukung kesehatan tubuh melalui beragam mekanisme.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil, MS, menjelaskan bahwa sejumlah penelitian telah mengulas kekayaan kandungan daun, buah, dan bunga kelor yang berkaitan dengan berbagai manfaat kesehatan.
Baca Juga: Penelitian Ungkap Daun Kelor Berpotensi Membantu Ibu Menyusui Produksi ASI Lebih Optimal
Kaya Antioksidan Alami
Menurut Prof. Mangestuti Agil, penelitian dari India yang dipublikasikan pada 2016 dan 2023 mengulas kandungan bioaktif tanaman kelor.
Vitamin C, flavonoid, dan polifenol yang terkandung di dalamnya diketahui berperan sebagai antioksidan. Senyawa tersebut diperlukan untuk membantu mengatasi stres oksidatif dan proses peradangan yang dapat merusak sel.
Selain itu, efek antiradang terjadi melalui pencegahan pelepasan zat kimia dan enzim proinflamatori yang berperan dalam proses peradangan di dalam tubuh.
Baca Juga: Mengapa Daun Kelor Disebut Superfood? Ini Penjelasan Prof Mangestuti Agil
Berpotensi Membantu Mengendalikan Gula Darah
Penelitian tersebut juga mengungkap berbagai potensi lain dari daun kelor.
Prof. Mangestuti Agil menjelaskan, jus daun kelor dapat digunakan oleh pasien diabetes untuk membantu pengaturan kadar gula darah dan tekanan darah.
Selain itu, informasi mengenai aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa kelor mampu bekerja melawan berbagai jenis bakteri, virus, dan jamur.
Baca Juga: Daun Kelor Membantu Memenuhi Nutrisi Kesehatan Reproduksi
Potensi Menjaga Fungsi Organ Tubuh
Tak hanya itu, berbagai kandungan aktif di dalam kelor juga dikaitkan dengan perlindungan terhadap sejumlah organ tubuh.
Efek antikanker disebut berlangsung melalui mekanisme apoptosis. Sementara itu, perlindungan terhadap fungsi hati dan jantung dikaitkan dengan keberadaan senyawa spesifik, seperti glucosinolates dan isothiocyanates.
Prof. Mangestuti Agil juga menjelaskan bahwa kandungan zat besi yang tinggi telah dimanfaatkan untuk membantu mengatasi anemia pada ibu hamil maupun ibu menyusui.
Masih Memerlukan Perhatian dalam Pengolahan
Baca Juga: Nikmati Detoks Alami dengan Minuman Daun Kelor, Yuk Coba Resepnya
Meski memiliki banyak potensi, Prof. Mangestuti Agil mengingatkan masih terdapat tantangan dalam pemanfaatan daun kelor.
Menurutnya, proses pengolahan dapat menurunkan kadar kandungan senyawa aktif sehingga berpotensi memengaruhi penyerapannya di saluran pencernaan.
Selain itu, kadar maupun jenis kandungan pada tanaman kelor juga dapat berbeda-beda karena dipengaruhi oleh lingkungan tempat tanaman tumbuh.
Baca Juga: Manfaat Daun Kelor: Obat Alami yang Ampuh Atasi Diabetes dan Kanker
Karena itu, pemanfaatan daun kelor perlu memperhatikan kualitas bahan serta proses pengolahannya agar kandungan alaminya tetap terjaga. (*)
Editor : Chairunnisya